Cara Alami Meningkatkan Metabolisme Tubuh dan Energi

Banner
| 05 Okt 2026

Cara Alami Meningkatkan Metabolisme Tubuh dan Energi

Cara Alami Meningkatkan Metabolisme Tubuh dan Energi

Apa itu metabolisme? Metabolisme adalah proses tubuh mengubah makanan dan minuman menjadi energi yang dibutuhkan untuk beraktivitas dan menjalankan berbagai fungsi tubuh. Proses ini berlangsung sepanjang waktu, bahkan ketika Ibu sedang beristirahat atau tidur.

Metabolisme membantu tubuh menjalankan berbagai fungsi penting, seperti bernapas, mengalirkan darah, mencerna makanan, menggerakkan otot, hingga menjaga suhu tubuh. 

Yuk, Bu, pahami lebih lanjut bagaimana metabolisme bekerja dan cara menjaga tubuh tetap sehat.

Apa Itu Metabolisme?

Metabolisme adalah berbagai proses di dalam tubuh yang membantu mengubah dan menggunakan energi. Energi tersebut dibutuhkan agar tubuh dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

Misalnya, setelah Ibu makan nasi, lauk, sayur, atau makanan lainnya, tubuh akan mencerna karbohidrat, protein, dan lemak menjadi bentuk yang lebih sederhana. Zat gizi tersebut kemudian dapat digunakan tubuh untuk menghasilkan energi atau menjalankan fungsi lainnya.

Metabolisme juga tetap bekerja ketika Ibu sedang tidak beraktivitas. Bahkan saat tidur, tubuh tetap membutuhkan energi untuk bernapas, mengalirkan darah, menjaga suhu tubuh, serta menjalankan fungsi otak dan organ lainnya.

Apa Fungsi Metabolisme bagi Tubuh?

Fungsi utama metabolisme adalah membantu tubuh memperoleh dan menggunakan energi yang diperlukan untuk menjalankan berbagai aktivitas. Energi tersebut berasal dari makanan dan minuman yang Ibu konsumsi sehari-hari.

Bahkan ketika tubuh sedang beristirahat, energi tetap dibutuhkan untuk menjalankan fungsi dasar. Beberapa fungsi metabolisme bagi tubuh meliputi:

  • Mendukung proses pernapasan, yang terus berlangsung meskipun tubuh sedang beristirahat.
  • Mendukung sirkulasi darah untuk membantu mengalirkan darah ke seluruh tubuh.
  • Menjaga suhu tubuh agar tubuh dapat menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan.
  • Mendukung kerja otot ketika tubuh bergerak dan melakukan aktivitas.
  • Mendukung pencernaan makanan dan zat gizi sehingga dapat digunakan oleh tubuh.
  • Mendukung fungsi otak dan sistem saraf yang membutuhkan energi untuk menjalankan fungsinya.

Jadi, metabolisme bukan hanya berkaitan dengan pembakaran kalori atau berat badan, Bu. Proses ini merupakan bagian penting dari berbagai fungsi tubuh yang berlangsung setiap hari.

Baca Juga: 11 Makanan yang Bikin Gemuk dan Naikkan Berat Badan Sehat

Bagaimana Proses Metabolisme dalam Tubuh?

Secara umum, proses metabolisme melibatkan dua proses utama, yaitu katabolisme dan anabolisme. Keduanya berlangsung dengan fungsi yang berbeda, tetapi sama-sama dibutuhkan tubuh.

Sederhananya, katabolisme berkaitan dengan pemecahan zat menjadi bentuk yang lebih sederhana, sedangkan anabolisme berkaitan dengan pembentukan struktur yang lebih kompleks dari unit-unit yang lebih kecil.

1. Katabolisme

Katabolisme adalah proses ketika tubuh memecah zat menjadi bentuk yang lebih sederhana agar dapat digunakan oleh tubuh.

Contohnya, karbohidrat dari makanan dapat dipecah menjadi glukosa. Glukosa kemudian dapat digunakan tubuh untuk menghasilkan energi yang dibutuhkan dalam menjalankan berbagai aktivitas.

Protein dan lemak juga dapat dipecah menjadi bentuk yang lebih sederhana agar dapat digunakan tubuh sesuai kebutuhannya.

2. Anabolisme

Berbeda dengan katabolisme yang memecah zat, anabolisme merupakan proses ketika tubuh membentuk zat atau jaringan yang dibutuhkan dari bahan-bahan yang lebih sederhana.

Misalnya, tubuh menggunakan asam amino yang berasal dari protein untuk membentuk protein baru. Proses ini penting untuk membantu pertumbuhan serta membangun dan memperbaiki jaringan tubuh.

Jadi, sederhananya, katabolisme membantu tubuh memecah zat, sedangkan anabolisme membantu tubuh membentuk zat yang dibutuhkan.

Faktor yang Memengaruhi Metabolisme Tubuh

Laju metabolisme setiap orang dapat berbeda, Bu. Artinya, jumlah energi yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi juga tidak selalu sama antara satu orang dan lainnya.

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi kebutuhan energi dan laju metabolisme tubuh antara lain:

  1. Ukuran dan komposisi tubuh

    Tubuh dengan massa yang lebih besar atau massa otot yang lebih banyak umumnya menggunakan lebih banyak energi, termasuk saat beristirahat.

  2. Usia

    Seiring bertambahnya usia, massa otot dan tingkat aktivitas seseorang dapat berkurang. Perubahan tersebut dapat membuat jumlah energi yang digunakan tubuh ikut berubah. 

    Karena itu, tetap aktif bergerak dan menjaga massa otot penting dilakukan seiring bertambahnya usia.

  3. Jenis kelamin dan faktor genetik

    Laju metabolisme dapat berbeda antara laki-laki dan perempuan, salah satunya karena adanya perbedaan ukuran dan komposisi tubuh, termasuk jumlah massa otot.

    Selain itu, faktor genetik juga dapat ikut memengaruhi kebutuhan energi setiap orang.

  4. Aktivitas fisik

    Semakin aktif tubuh bergerak, semakin banyak energi yang digunakan. Aktivitas sehari-hari seperti berjalan, mengerjakan pekerjaan rumah, hingga berolahraga ikut berkontribusi terhadap penggunaan energi.

  5. Hormon

    Hormon juga memiliki peran dalam pengaturan metabolisme. Salah satunya adalah hormon tiroid yang membantu mengatur seberapa cepat tubuh menggunakan energi.

    Karena dipengaruhi banyak faktor, metabolisme tidak sebaiknya dinilai hanya dari cepat atau lambatnya perubahan berat badan, ya, Bu.

Cara Menjaga Metabolisme Tubuh Tetap Optimal

Daripada mencari cara untuk “mempercepat metabolisme”, lebih baik Ibu fokus menjalankan kebiasaan sehat setiap hari. 

Mulai dari makan bergizi, aktif bergerak, tidur cukup, hingga memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Berikut beberapa kebiasaan yang dapat Ibu lakukan:

1. Konsumsi Makanan yang Beragam dan Bergizi

Tubuh membutuhkan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral untuk menjalankan berbagai prosesnya. Karena itu, usahakan menu sehari-hari terdiri dari beragam sumber makanan bergizi, seperti makanan pokok, lauk, sayur, dan buah.

Zat gizi dari makanan akan melalui berbagai proses di dalam tubuh agar dapat digunakan sebagai energi, bahan pembentuk jaringan, maupun untuk mendukung fungsi tubuh lainnya.

2. Tetap Aktif Bergerak

Semakin aktif tubuh bergerak, semakin banyak energi yang digunakan. Tidak harus selalu melakukan olahraga berat, Bu. Aktivitas seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, hingga melakukan pekerjaan rumah juga membuat tubuh tetap aktif.

World Health Organization (WHO) menganjurkan orang dewasa melakukan aktivitas fisik intensitas sedang selama 150-300 menit per minggu. Ibu dapat membaginya menjadi sekitar 30 menit sehari selama 5 hari. Selain itu, lakukan juga aktivitas yang melatih kekuatan otot setidaknya 2 hari dalam seminggu.

3. Cukupi Waktu Tidur

Tidur yang cukup juga penting untuk menjaga kesehatan tubuh, termasuk proses metabolisme. Kurang tidur dalam jangka panjang dapat memengaruhi cara tubuh mengatur nafsu makan dan gula darah.

Untuk orang dewasa usia 18-64 tahun, usahakan tidur sekitar 7-9 jam setiap malam. Biasakan juga tidur dan bangun pada waktu yang relatif teratur setiap hari.

4. Penuhi Kebutuhan Cairan

Jangan lupa mencukupi kebutuhan cairan setiap hari, Bu. Air dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi dan proses di dalam tubuh.

Biasakan minum air secara teratur sepanjang hari, terutama ketika beraktivitas fisik atau berada di lingkungan yang panas.

5. Perhatikan Asupan Nutrisi Sehari-hari

Selain makan bergizi dan aktif bergerak, Ibu juga perlu memastikan kebutuhan nutrisi keluarga terpenuhi melalui makanan dan minuman yang beragam.

Sebagai salah satu pilihannya, Ibu dapat memberikan Frisian Flag UHT Full Cream untuk melengkapi asupan sehari-hari keluarga. Susu ini merupakan sumber protein serta mengandung 8 vitamin, yaitu Vitamin A, D3, B1, B2, B3, B5, B6, dan B12, serta sumber 3 mineral berupa Kalsium, Fosfor, dan Iodium. Frisian Flag UHT Full Cream juga dibuat tanpa tambahan gula (sukrosa).

Protein berperan dalam pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel tubuh, sedangkan Vitamin B1 dan B2 berperan dalam metabolisme energi. Selain itu, Vitamin D3, Kalsium, dan Fosfor turut berperan dalam mendukung kesehatan tulang dan gigi.

Ibu dapat menikmati Frisian Flag UHT Full Cream bersama keluarga sebagai bagian dari asupan sehari-hari, termasuk di pagi hari sebelum memulai aktivitas.

Baca Juga: 7 Camilan Sehat, Resep Mudah Dibuat dan Dijamin Kenyang

FAQ Seputar Metabolisme

Bu, berikut adalah beberapa tanya-jawab seputar metabolisme yang perlu diketahui:

1. Apa Ciri-Ciri Metabolisme Tubuh Lambat?

Metabolisme yang dianggap “lambat” tidak bisa diketahui hanya dari satu ciri tertentu, termasuk berat badan yang mudah naik.

Berat badan dapat dipengaruhi oleh banyak hal, seperti pola makan, aktivitas fisik, tidur, hormon, hingga faktor genetik. Beberapa kondisi kesehatan, seperti hipotiroidisme atau gangguan pada hormon tiroid, juga dapat memengaruhi metabolisme tubuh.

Jika Ibu mengalami kenaikan atau penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas, terutama jika disertai keluhan lain yang menetap, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.

2. Apakah Metabolisme Memengaruhi Berat Badan?

Ya, metabolisme berkaitan dengan jumlah energi yang digunakan tubuh. Namun, metabolisme bukan satu-satunya faktor yang menentukan berat badan, Bu.

Berat badan dipengaruhi oleh keseimbangan antara energi yang diperoleh dari makanan dan minuman dengan energi yang digunakan tubuh. Faktor lain seperti aktivitas fisik, pola makan, hormon, genetik, tidur, dan gaya hidup juga dapat berperan.

Oleh karena itu, anggapan bahwa kenaikan berat badan selalu disebabkan oleh metabolisme yang lambat kurang tepat.

3. Apakah Metabolisme Tubuh Bisa Berubah Seiring Usia?

Ya, Bu. Kebutuhan energi dan metabolisme tubuh dapat mengalami perubahan seiring bertambahnya usia. Namun, perubahan tersebut tidak hanya disebabkan oleh usia, Bu. 

Perubahan komposisi tubuh, terutama massa otot, serta tingkat aktivitas fisik juga ikut berpengaruh. Karena itu, menjaga tubuh tetap aktif dan memenuhi kebutuhan nutrisi tetap penting pada berbagai tahap usia.

Referensi:

  1. Cleveland Clinic. (2021, July 13). Anabolism vs. catabolism: What’s the difference? https://health.clevelandclinic.org/anabolism-vs-catabolism
  2. Cleveland Clinic. (n.d.). Metabolism: What it is, how it works & disorders. https://my.clevelandclinic.org/health/body/21893-metabolism
  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Hormon tyroksin. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/1595/hormon-tyroksin
  4. Mayo Clinic Staff. (2026, January 21). Metabolism and weight loss: How you burn calories. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/weight-loss/in-depth/metabolism/art-20046508
  5. MedlinePlus. (2024, July 15). Metabolism. U.S. National Library of Medicine. https://www.medlineplus.gov/ency/article/002257.htm
  6. MedlinePlus. (n.d.). Definitions of health terms: Nutrition. U.S. National Library of Medicine. https://www.medlineplus.gov/definitions/nutritiondefinitions.html
  7. MedlinePlus. (n.d.). Metabolic disorders. U.S. National Library of Medicine. https://www.medlineplus.gov/metabolicdisorders.html
  8. World Health Organization. (2020). WHO guidelines on physical activity and sedentary behaviour. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK566046/
Share
URL copied!

Artikel Terkait