5 Manfaat Berjemur di Pagi Hari bagi Kesehatan

Banner
| 05 Okt 2026

5 Manfaat Berjemur di Pagi Hari bagi Kesehatan

5 Manfaat Berjemur di Pagi Hari bagi Kesehatan

Berjemur di bawah sinar matahari dapat membantu tubuh membentuk vitamin D. Ketika kulit terkena sinar matahari secara langsung, sinar ultraviolet B (UVB) membantu memulai proses pembentukan vitamin D di dalam tubuh.

Namun, bukan berarti Ibu perlu berjemur selama mungkin. Paparan sinar ultraviolet yang berlebihan justru dapat berdampak buruk bagi kulit dan mata. Karena itu, penting untuk memperhatikan waktu dan durasi berjemur agar tidak berlebihan.

5 Manfaat Berjemur di Pagi Hari bagi Kesehatan

Paparan sinar matahari membantu tubuh membentuk vitamin D. Vitamin D tersebut kemudian memiliki berbagai fungsi penting bagi tubuh, mulai dari membantu menjaga kesehatan tulang hingga mendukung fungsi otot dan sistem imun.

Berikut beberapa manfaat berjemur dan fungsi vitamin D yang perlu Ibu ketahui:

1. Membantu Tubuh Membentuk Vitamin D

Salah satu manfaat berjemur adalah membantu tubuh membentuk vitamin D. Ketika sinar ultraviolet B (UVB) mengenai kulit, tubuh akan memulai proses pembentukan vitamin D3.

Namun, jumlah vitamin D yang dapat dibentuk tubuh bisa berbeda pada setiap orang, Bu. Hal ini dapat dipengaruhi oleh waktu berjemur, cuaca, warna kulit, usia, serta bagian tubuh yang terkena sinar matahari.

2. Mendukung Kesehatan Tulang

Vitamin D penting untuk kesehatan tulang karena membantu tubuh menyerap kalsium. Kalsium merupakan mineral yang dibutuhkan untuk membangun dan menjaga kekuatan tulang.

Kekurangan vitamin D yang berat dan berlangsung lama dapat menyebabkan tulang menjadi lemah. Pada anak, kondisi ini dapat menyebabkan rakitis, sedangkan pada orang dewasa dapat menyebabkan pelunakan tulang yang disebut osteomalasia.

3. Mendukung Fungsi Otot

Vitamin D tidak hanya berhubungan dengan tulang, Bu. Tubuh juga membutuhkan vitamin D untuk membantu otot menjalankan fungsinya.

Oleh karena itu, memenuhi kebutuhan vitamin D merupakan salah satu bagian dari menjaga fungsi tubuh sehari-hari, bersama dengan pola makan bergizi dan aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin.

4. Mendukung Fungsi Sistem Imun

Vitamin D juga memiliki peran dalam mendukung kerja sistem imun atau daya tahan tubuh.

Namun, bukan berarti semakin lama Ibu berjemur, daya tahan tubuh akan semakin kuat. Paparan sinar matahari tetap perlu dibatasi karena paparan sinar ultraviolet yang berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan kulit dan mata.

5. Membantu Menjaga Pola Tidur

Paparan cahaya alami di pagi hari dapat membantu mengatur ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Ritme ini membantu tubuh mengenali waktu untuk beraktivitas pada siang hari dan beristirahat pada malam hari.

Mendapatkan paparan cahaya alami pada pagi hari secara teratur dapat membantu menjaga pola tidur dan bangun tetap teratur. Namun, Ibu tetap perlu menghindari paparan sinar matahari yang berlebihan dan menjaga waktu tidur yang cukup setiap malam.

Baca Juga: 7 Vitamin untuk Daya Tahan Tubuh dan Sumber Makanannya

Bagaimana Sinar Matahari Membantu Tubuh Mendapatkan Vitamin D?

Tubuh dapat membentuk vitamin D ketika kulit terkena sinar matahari secara langsung. Sinar ultraviolet B (UVB) yang mengenai kulit akan memulai proses pembentukan vitamin D3.

Vitamin D tersebut kemudian diproses lebih lanjut di dalam tubuh hingga menjadi bentuk yang dapat digunakan. Salah satu fungsi penting vitamin D adalah membantu penyerapan kalsium yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang.

Perlu Ibu ketahui, berjemur di balik jendela tidak memberikan efek yang sama. Hal ini karena sinar UVB yang dibutuhkan untuk membantu pembentukan vitamin D tidak dapat menembus kaca.

Jumlah vitamin D yang dapat dibentuk dari sinar matahari juga berbeda pada setiap orang. Waktu berjemur, warna kulit, usia, cuaca, polusi, penggunaan tabir surya, serta luas kulit yang terkena sinar matahari dapat memengaruhinya.

Waktu dan Cara Berjemur di Pagi Hari yang Aman

Waktu dan durasi berjemur dapat berbeda pada setiap orang, Bu. Hal ini dipengaruhi oleh intensitas sinar ultraviolet, warna kulit, cuaca, lokasi, serta bagian tubuh yang terkena sinar matahari.

Sebagai gambaran, Kementerian Kesehatan RI pernah memberikan contoh bahwa seseorang berkulit sawo matang di Jakarta dengan wajah, lengan, dan kaki terbuka dapat membutuhkan sekitar 10-15 menit paparan sinar matahari pada pukul 09.00-10.00 saat indeks UV berada pada tingkat 3-4.

Namun, angka tersebut bukan patokan yang berlaku untuk semua orang. Agar lebih aman, perhatikan beberapa hal berikut: 

  1. Perhatikan indeks UV. Intensitas sinar ultraviolet dapat berubah menurut waktu, cuaca, dan lokasi.
  2. Hindari paparan terlalu lama. Semakin lama berjemur tidak berarti semakin banyak manfaat yang diperoleh.
  3. Perhatikan kondisi kulit. Hindari paparan berlebihan hingga kulit terasa panas, perih, atau memerah.
  4. Gunakan perlindungan saat diperlukan. Gunakan pakaian pelindung, kacamata hitam, berteduh, dan tabir surya ketika berada di luar ruangan lebih lama.
  5. Lengkapi vitamin D dari makanan. Jangan hanya mengandalkan sinar matahari untuk memenuhi kebutuhan vitamin D.

Untuk membantu melengkapi asupan nutrisi keluarga, Ibu dapat menyajikan Frisian Flag UHT Full Cream. Susu ini mengandung Vitamin D3 serta dilengkapi dengan Vitamin A, B1, B2, B3, B5, B6, dan B12. Frisian Flag UHT Full Cream juga merupakan sumber protein dan sumber 3 mineral, yaitu Kalsium, Fosfor, dan Iodium, serta dibuat tanpa tambahan gula (sukrosa).

Vitamin D3 bersama Kalsium dan Fosfor berperan dalam membantu menjaga kesehatan tulang dan gigi. Protein berperan dalam pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel tubuh, sedangkan Vitamin B1 dan B2 berperan dalam metabolisme energi.

Dengan tetap mendapatkan paparan sinar matahari secara bijak dan memperhatikan asupan bergizi, Ibu dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga sehari-hari. Frisian Flag UHT Full Cream dapat dinikmati bersama keluarga, termasuk sebagai pilihan minuman untuk menemani sarapan sebelum memulai aktivitas.

Selain mendapatkan paparan sinar matahari secara bijak, Ibu juga perlu memperhatikan asupan zat gizi keluarga dari makanan dan minuman sehari-hari. Salah satu pilihan yang dapat Ibu sajikan dan nikmati adalah Frisian Flag UHT Full Cream.

Ibu dapat menikmati Frisian Flag UHT Full Cream bersama keluarga, termasuk di pagi hari sebagai salah satu pilihan minuman untuk menemani sarapan dan memulai aktivitas.

Baca Juga: Ternyata Waktu Olahraga yang Paling Baik Bukan di Pagi Hari! Benarkah?

FAQ Seputar Manfaat Berjemur di Pagi Hari

Berjemur dapat memberikan manfaat baik bagi tubuh, Bu. Simak beberapa tanya-jawab seputar manfaat berjemur di pagi hari berikut:

1. Berapa Lama Sebaiknya Berjemur di Pagi Hari?

Tidak ada satu durasi berjemur yang berlaku untuk semua orang, Bu. Waktu yang dibutuhkan dapat berbeda tergantung intensitas sinar ultraviolet, warna kulit, cuaca, lokasi, dan bagian tubuh yang terkena sinar matahari.

Sebagai gambaran, Kementerian Kesehatan RI menyebut seseorang berkulit sawo matang di Jakarta dengan wajah, lengan, dan kaki terbuka membutuhkan sekitar 10-15 menit pada pukul 09.00-10.00 ketika indeks UV berada pada tingkat 3-4.

Namun, angka tersebut hanya contoh berdasarkan kondisi tertentu dan bukan patokan untuk semua orang. Hindari berjemur terlalu lama karena paparan sinar ultraviolet yang berlebihan dapat merusak kulit.

2. Jam Berapa Waktu yang Baik untuk Berjemur?

Waktu berjemur tidak hanya ditentukan berdasarkan jam, Bu. Intensitas sinar ultraviolet dapat berubah tergantung lokasi, cuaca, dan kondisi lingkungan.

Sebagai gambaran untuk kondisi tertentu di Indonesia, Kementerian Kesehatan RI memberikan contoh waktu sekitar pukul 09.00-10.00 ketika indeks UV berada pada tingkat 3-4.

Karena intensitas sinar ultraviolet dapat berubah setiap hari, Ibu juga dapat memperhatikan indeks UV di lokasi tempat tinggal dan menghindari paparan sinar matahari secara berlebihan.

3. Apakah Berjemur Setiap Hari Baik untuk Tubuh?

Paparan sinar matahari dapat membantu tubuh membentuk vitamin D, tetapi Ibu tidak perlu berjemur terlalu lama untuk mendapatkan manfaat tersebut. Kebutuhan dan respons terhadap paparan sinar matahari dapat berbeda pada setiap orang.

Hal yang lebih penting adalah menghindari paparan sinar ultraviolet secara berlebihan. WHO menjelaskan bahwa paparan ultraviolet berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, termasuk kerusakan pada kulit dan mata.

Jadi, Bu, tetap batasi durasinya dan gunakan perlindungan yang sesuai apabila berada di bawah sinar matahari lebih lama.

Referensi:

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Gizi untuk asma. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/1875/gizi-untuk-asma
  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Manfaat vitamin D. https://kms.kemkes.go.id/contents/1741334675913-ManfaatVitaminD.pdf
  3. National Institutes of Health, Office of Dietary Supplements. (n.d.). Dietary supplements for immune function and infectious diseases: Fact sheet for health professionals. https://ods.od.nih.gov/factsheets/ImmuneFunction-HealthProfessional/
  4. National Institutes of Health, Office of Dietary Supplements. (n.d.). Vitamin D: Fact sheet for consumers. https://ods.od.nih.gov/factsheets/VITAMIND-Consumer/
  5. National Institutes of Health, Office of Dietary Supplements. (n.d.). Vitamin D: Fact sheet for health professionals. https://ods.od.nih.gov/factsheets/VITAMIND-HealthProfessional/
  6. World Health Organization. (2006, July 25). Health consequences of excessive solar UV radiation. https://www.who.int/news/item/25-07-2006-health-consequences-of-excessive-solar-uv-radiation
Share
URL copied!

Artikel Terkait