Pendidikan Gizi di Sekolah sebagai Aktivitas yang Menyenangkan - Press Release

Mar 16, 2018

Pendidikan Gizi di Sekolah sebagai Aktivitas yang Menyenangkan

Jakarta, 15 Maret 2018 – Pada tahun 2017, Frisian Flag Indonesia melaksanakan program Gerakan Nusantara sebagai upaya meningkatkan perilaku gizi positif dan mendorong aktivitas gerak luar ruang pada anak-anak. Gerakan ini didukung oleh ajakan menerapkan ‘Drink.Move.BeStrong’ yang menekankan pentingnya perilaku gizi yang positif dengan minum susu rutin serta bergerak aktif pada anak-anak untuk membentuk generasi kuat dan sehat. Penyelenggaraan program Gerakan Nusantara tahun lalu disempurnakan dengan menambahkan kegiatan Training of Trainers (TOT) untuk para guru dan telah melatih 2,134 guru di 740 sekolah di delapan provinsi.

Keterlibatan guru dalam program ini menjadi salah satu komponen penting untuk mencapai hasil yang diinginkan. “Jika tahun-tahun sebelumnya edukasi hanya ditujukan kepada anak-anak di sekolah, tahun lalu kami menambahkan pendekatan kepada guru. Keterlibatan guru memberikan hasil yang positif dalam kegiatan edukasi gizi kepada anak-anak. Guru yang merupakan sosok pengganti orang tua di sekolah menjadi sumber inspirasi anak-anak untuk menerapkan perilaku gizi positif,” sebagaimana disampaikan oleh Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (PKGK FKM UI) Ir. Ahmad Syafiq, MSc, PhD.

Program Gerakan Nusantara 2017 diarahkan pada efisiensi dan kemandirian program pendidikan gizi di sekolah dasar dengan memberikan pelatihan kepada kepala sekolah dan guru yang dilibatkan untuk memperluas pemahaman dan keahlian mereka tentang perilaku gizi positif. Pemahaman dan keahlian tersebut kemudian diteruskan oleh guru dengan memberikan pelatihan kepada guru lainnya dan siswa di sekolah. Program Gerakan Nusantara juga mendorong guru untuk menciptakan aktivitas-aktivitas yang mendukung berlangsungnya perilaku gizi positif di sekolah masing-masing.

SD Negeri 016 Ciracas Jakarta Timur merupakan salah satu sekolah yang disambangi oleh Program Gerakan Nusantara 2017, telah menciptakan aktivitas menyenangkan untuk mendorong guru dan siswa menjalankan perilaku gizi positif. “Kami mendapatkan informasi-informasi bermanfaat yang disampaikan pada Program Gerakan Nusantara mengenai pentingnya perilaku gizi positif termasuk sarapan pagi yang sehat dan minum susu secara rutin yang dapat dimulai di sekolah. Untuk meneruskan pesan tersebut dan menjadikannya sebuah aksi konkret di lingkungan sekolah, kami menginisiasi aktivitas membawa bekal gizi seimbang setiap hari Kamis,” ungkap Guru SD Negeri 016 Ciracas Jakarta Timur Joko Prasetyo. “Aktivitas ini didahului dengan memberikan penjelasan kepada siswa secara umum tentang kandungan gizi seimbang yang terdapat pada susu, sayuran, dan lauk pauk. Lalu, kami mendorong guru dan siswa membawa bekal gizi seimbang dan menyantapnya secara bersama-sama di kelas sembari menjelaskan kembali pentingnya perilaku gizi positif kepada siswa.”

Aktivitas yang digagas oleh para guru dari SD Negeri 016 Ciracas Jakarta Timur mendapatkan sambutan positif dari para siswa sekolah tersebut. “Saya dan teman-teman senang dengan adanya kegiatan untuk membawa bekal sehat ini, karena bekal kami bersih dan sehat serta kami mulai untuk tidak jajan di sembarang tempat. Lebih seru lagi, kami juga dapat berbagi bekal yang dibawa dari rumah dengan teman-teman lainya,” ungkap Siswa SD Negeri 016 Ciracas Jakarta Timur.

Dalam pelaksanaan sosialisasi kebiasaan membawa bekal dari rumah ini, SD Negeri 016 Ciracas Jakarta Timur menjumpai berbagai tantangan. “Gagasan kami dalam membentuk perilaku gizi positif agar sehat dan kuat dengan membawa bekal setiap hari Kamis ditanggapi dengan baik oleh anak-anak. Tantangan justru datang dari para orang tua siswa yang terbiasa memberikan uang jajan ataupun hanya membekali anak dengan makanan cepat saji seperti mi instan, sosis atau nugget,” ungkap perwakilan guru dari sekolah tersebut.

Senada dengan pernyataan ini, Ketua PKGK FKM UI, Ir. Ahmad Syafiq, MSc, PhD menyatakan “Upaya untuk membentuk perilaku gizi positif memang perlu dilakukan secara berkelanjutan dan menyentuh berbagai pihak mulai dari guru hingga orang tua. Keterlibatan orang tua dalam mendukung perilaku gizi positif perlu ditingkatkan untuk menjawab tantangan yang ada.”

Reaksi yang terjadi setelah digelarnya kegiatan TOT Program Gerakan Nusantara menjadi motivasi Frisian Flag Indonesia untuk terus menyebarkan pesan tentang kebaikan perilaku gizi positif. “Kami menemukan hal menarik yang merupakan dampak dari Program Gerakan Nusantara yaitu antusiasme guru dan siswa untuk menerapkan perilaku gizi positif. Hal ini tercermin dari partisipasi guru dan siswa menggali ide tentang aktivitas apa yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah untuk mendukung perilaku ini salah satunya ialah aktivitas membawa bekal gizi seimbang setiap Kamis yang dilakukan oleh SD Negeri 016 Ciracas Jakarta Timur,” ungkap Corporate Sustainability Development Manager Frisian Flag Indonesia Refa Hayudi Griyanda. “Melihat reaksi yang positif ini, ke depannya Frisian Flag Indonesia berencana untuk menjangkau lokasi lain di Indonesia untuk menyebarkan pesan tentang kebaikan perilaku gizi positif lebih jauh melalui Program Gerakan Nusantara. Frisian Flag Indonesia akan terus menjadi bagian dari proses pembangunan ekosistem guru-orang tua-siswa agar pesan mengenai pentingnya perilaku gizi positif terus berlanjut dan mendukung pencapaian status kesehatan dan gizi anak Indonesia. Hal ini sejalan dengan komitmen Frisian Flag Indonesia membangun keluarga kuat Indonesia dimanapun kami berada,” pungkas Refa. Hingga pelaksanaan tahun 2017, program Gerakan Nusantara berhasil menjangkau 2,510 sekolah, 1,376,335 siswa, dan 19,161 guru (2,134 guru menerima TOT secara langsung).

--selesai--

Download PDF