Facebook Pixel

Berawal dari fakta status gizi bayi dan anak-anak di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, FrieslandCampina membuat studi multisenter di empat negara Asia Tenggara yaitu, Indonesia, Malaysia, Vietnam, dan Thailand, atau SEANUTS (South East Asia Nutrition Survey). Sebanyak 16.000 anak-anak dari keempat negera tersebut, mulai usia 6 bulan hingga 12 tahun, menjadi target penelitian. 


Di Indonesia, melalui Frisian Flag Indonesia, studi komprehensif ini dilaksanakan bersama PERSAGI (Persatuan Ahli Gizi Indonesia) sebagai tim peneliti yang melibatkan 7.211 anak usia 6 bulan hingga 12 tahun di 48 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Secara global, berdasarkan hasil temuan SEANUTS di Indonesia, jumlah anak-anak yang terkena stunting (tubuh pendek) mencapai 34%. Sedangkan dari segi malnutrisi, jumlahnya mencapai 22,3% - persentase tertinggi di antara tiga negara Asia Tenggara lainnya. 


Di sisi lain, masalah obesitas pada anak-anak ternyata cukup tinggi, terutama di kota-kota besar, yaitu mencapai 4,05% - terbilang kecil, jika dibandingkan Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Studi, yang dilakukan sejak 2009 hingga 2016, ini berhasil meraih pencapaian yang luar biasa. Penelitian yang dilakukan oleh SEANUTS mencakup pengukuran zat gizi mikro, di mana data dari pengukuran zat gizi mikro tersebut, digunakan oleh Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk dipublikasikan dalam sebuah jurnal penelitian. Tidak hanya itu, data-data hasil temuan SEANUTS juga digunakan sebagai tolak ukur penentu kebijakan pemerintah Republik Indonesia untuk pemberian kapsul Vitamin A kepada anak-anak balita. Karena melalui pengukuran zat gizi mikro, kita bisa mengetahui berapa kadar vitamin dalam tubuh anak. Hasil temuan SEANUTS tersebut juga dimanfaatkan FFI untuk membuat beberapa program kerja sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung perbaikan tingkat gizi masyarakat Indonesia, melalui penyediaan produk-produk susu yang berkualitas tinggi.