Enam peternak muda dari Belanda dihadirkan oleh Frisian Flag Indonesia - Press Release

Sep 13, 2017

Enam peternak muda dari Belanda dihadirkan oleh Frisian Flag Indonesia

Enam peternak muda Belanda dihadirkan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman membentuk organisasi peternak muda sebagai sarana untuk berkembang

 

Pangalengan, 7 September 2017 – Setelah diluncurkan pada bulan Oktober 2016, PT Frisian Flag Indonesia (FFI) melanjutkan rangkaian pelatihan terhadap peternak muda sebagai bagian dari program Young Farmer Academy tahun ini, yang mencerminkan komitmen berkelanjutan dan kontribusi Perusahaan dalam menghadirkan solusi untuk regenerasi peternak sapi perah di Indonesia serta mengatasi masalah kebutuhan susu nasional. Program Young Farmer Academy telah memilih 30 calon peternak sapi perah potensial untuk diberdayakan tidak hanya untuk menjadi peternak susu sapi profesional namun juga untuk mengembangkan organisasi peternak muda di Indonesia. Setelah melewati rangkaian program pelatihan teknik dan non-teknik tahun ini, mereka berkumpul di Pangalengan hari ini untuk menerima lokakarya spesial selama 3 hari (6-8 September 2017) yang disampaikan oleh enam peternak sapi perah muda dari Belanda yang merupakan anggota dari Asosiasi Peternak Muda Belanda (NAJK). Para peternak muda Belanda ini akan berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka dalam membangun sebuah peternakan dan mendirikan organisasi peternakan sebagai sarana mereka untuk berkembang.

Perjalanan Young Farmer Academy dimulai dengan kunjungan FFI ke beberapa sekolah peternakan di Lembang dan Pangalengan, Jawa Barat, pada bulan Agustus 2016 untuk mencari kandidat peternak muda potensial. Setelah melewati beberapa proses seleksi, termasuk pemberian motivasi kewirausahaan kepada para kandidat, 30 pemuda-pemudi terpilih untuk mengikuti Young Farmer Academy selama tiga tahun. Sejak saat itu, 30 peternak muda potensial tersebut telah diberikan pemberdayaan melalui serangkaian pelatihan teknis (kualitas dan harga susu, pemberian pakan, cow signal, pembuatan silase, pemeliharaan pedet) dan non-teknis (motivasi).

Industri peternakan susu sapi di Indonesia belum menunjukan perubahan yang signifikan dalam beberapa tahun ini. Menurut data Direktorat Jendral Pertanian dan Kesehatan Hewan, Departemen Pertanian Republik Indonesia tahun 2015, peternak sapi perah lokal hanya mampu menghasilkan 23% dari kebutuhan nasional, sementara sisanya masih diimpor. Tantangan utama dalam mencapai peternakan sapi perah yang berkelanjutan adalah kelangkaan peternak sapi perah usia produktif serta fakta bahwa profesi sebagai peternak susu sapi tidak dianggap menarik bagi generasi muda di Indonesia, semakin memperburuk kondisi industri ini. Hal inilah yang mendorong FFI untuk menginisiasi Young Farmer Academy untuk mendorong minat generasi muda terhadap dunia peternakan sapi perah. Rangkaian kegiatan pelatihan, lokakarya, dan pembinaan telah disiapkan dan dijalankan oleh Perusahaan untuk tiga tahun hingga 2018 untuk memastikan setiap peserta Young Farmer Academy siap untuk membangun bisnis peternakan sapi perah dan mendukung pertumbuhan industri peternakan sapi perah di Indonesia.

Di Pangalengan, para peserta Young Farmer Academy berkumpul untuk berdiskusi secara interaktif dengan enam peternak Belanda yang datang ke Indonesia sebagai perwakilan dari Asosiasi Peternak Muda Belanda.  Jantine Akkerman, Kees van der Sar, Patricia Dorenberg, Simone Rigter, Tom Dekker, and Wilbert Woulters adalah para peternak muda sukses yang berbagi pengetahuan dan pengalamannya dalam membangun peternakan sapi perah dan memulai organisasi peternak, sebagai bagian dari kurikulum non-teknis program Young Farmers Academy.

FFI berkomitmen untuk memberikan modul pelatihan terbaik, sesi lokakarya, serta para pembimbing terbaik untuk memastikan progam Young Farmer Academy berjalan lancar dan sukses, termasuk menghadirkan para peternak sukses dari belanda untuk sesi diskusi. “Para peternak muda Belanda hadir untuk memberikan pelatihan kepada para calon peternak muda potensial dalam membangun sebuah peternakan dan memberikan pembekalan untuk mendirikan organisasi peternak. Mereka berada disini hari ini untuk berbagi pengetahuan, menyampaikan pengalamannya kepada 30 anak muda dalam program ini, dimana mereka telah sukses membangun bisnis peternakan sapi perah milik mereka sendiri. Selain itu, keberhasilan mereka dalam membangun organisasi peternak muda di negaranya telah terbukti membantu mereka dalam pengembangan bisnisnya, khususnya dalam hal pengetahuan, jaringan dan pertumbuhan bisnis. Kisah keberhasilan mereka ini yang disampaikan kepada para peserta Young Farmer Academy dengan harapan dapat menginspirasi mereka mencapai potensi terbaiknya,” ujar Akhmad Sawaldi, DDP Manager dan FDOV Project Frisian Flag Indonesia.

Dalam pelatihan ini, para peserta dibagi menjadi dua kelompok yang masing-masing dibimbing oleh tiga peternak muda Belanda. “Merupakan kehormatan bagi kami untuk dapat berbagi pengetahuan kepada para peternak muda yang sangat antusias di Indonesia. Kami berharap pengalaman kami dapat menjadi inspirasi, tidak hanya untuk menerapkan teknik peternakan moderen, namun juga dapat memberikan informasi mengenai manfaat keberadaan organisasi peternak muda sebagai landasan untuk terus mengembangkan potensi mereka sebagai peternak dan juga mengembangkan bisnis peternakan sapi perahnya. Kami berharap pelatihan ini dapat berguna bagi mereka,” kata salah satu dari peternak muda Belanda, Cornelis van der Saar. Peternak muda Belanda yang berusia antara 23-26 tahun, menetap di Pangalengan dan Lembang selama 5 hari untuk mengobservasi dan memberikan pelatihan bagi peserta Young Farmer Academy.

Program Young Farmer Academy merupakan bagian dari proyek FDOV yang diselenggarakan melalui kerjasama antara FrieslandCampina dan FFI, serta rekanan ( The Friesian, Wageningen University/WUR, Agriterra, Koperasi Lembang dan Pangalengan) dan mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah Belanda melalui kerjasama pemerintah-swasta dari Kementerian Luar Negeri Belanda yang disebut FDOV (Faciliteit Duurzam Ondernemen en Voedselzekerheid). Melalui FDOV, FFI mengambil kesempatan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan di tingkat peternakan secara berkelanjutan, melalui rangkaian pelatihan dan dukungan teknis.

Download PDF