Young Farmer Academy 2016

Berita

Oct 20, 2016

Young Farmer Academy 2016

Young Farmer Academy 2016

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Republik Indonesia 2015, peternak sapi perah lokal hanya memproduksi 23% dari kebutuhan sapi nasional, dan permintaan sisanya diimpor dari negara lain. Rendahnya produktivitas sapi perah, rendahnya tingkat pengetahuan terkait teknik peternakan, dan keterbatasan ruang dan lahan, adalah beberapa kendala untuk meningkatkan produksi susu nasional. Pemerintah Indonesia menargetkan untuk mencapai swasembada susu sebesar 50% pada tahun 2025.

Salah satu faktor utama dalam masalah stabilitas kelanjutan produksi susu nasional adalah regenerasi peternak susu, dimana rata-rata usia peternak sekarang menjadi lebih tua, yaitu 46 tahun. Atas dasar ini, maka FrieslandCampina Indonesia merasa perlu untuk mendukung dan berpartisipasi aktif dalam membantu target pemerintah sebagai kontribusi untuk masalah ketersediaan susu nasional dan kelangkaan regenerasi peternak susu.

Oleh karena itu, melalui Dairy Development Program (DDP), FrieslandCampina Indonesia merancang program Young Farmer Academy untuk mendorong generasi muda untuk mendalami profesi sebagai peternak sapi perah. Program ini juga menunjukkan komitmen kuat FFI untuk membantu mengembangkan perekonomian nasional, terutama untuk meningkatkan kesejahteraan peternak lokal, melalui program strategis bagi peternak muda selama 3 tahun ini.

Upacara pembukaan dan pengenalan Young Farmer Academy 2016 diadakan di Bandung, Jawa Barat, pada 13 Oktober 2016. Acara ini dihadiri oleh Direktur Jendral Industri Agro Kementerian Perindustrian Republik Indonesia Ir. Panggah Susanto, Perwakilan dari Dinas Peternakan Jawa Barat Departemen Pertanian Republik Indonesia, pemerintah provinsi setempat, Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI), Asosiasi Industri Pengolahan Susu (AIPS) dan mitra media nasional.

Sekitar 150 peserta, yang berasal dari anak-anak peternak susu dan Sekolah Tinggi Peternakan di Lembang dan Pangalengan, mendapatkan materi pembekalan dari para pakar seperti, bisnis koperasi, teknik peternakan susu oleh Institut Pertanian Bogor (IPB), sesi motivasi, perencanaan bisnis sederhana dari Rabo Bank, serta tatap muka melalui skype dengan peternak Belanda (Evert Jan Wijers & Wendy Kamp), sesi berbagi cerita sukses oleh Erif Kemal dan pasangannya sebagai pemilik Peternakan Erif di Cisarua, Jawa Barat. Semua sesi tersebut di moderatori oleh Direktur Berita dari Metro TV Suryopratomo dan Pemimpin Redaksi Kompas Andrea Maryoto.

Salah satu dosen, Kepala Divisi Sains dan Teknologi Peternakan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) DR. Ir. Afton Atabany, mengatakan bahwa petani masa depan yang sukses harus memiliki lebih dari pengetahuan dasar tentang teknik peternakan, mereka juga harus memahami manajemen dan pemasaran ternak mereka.

Head of Corporate Affairs FrieslandCampina Indonesia, Andrew F. Saputro menjelaskan bahwa sebagai bentuk untuk memberikan solusi terkait regenerasi peternak lokal dan masalah ketersediaan pasokan susu nasional, FrieslandCampina Indonesia memprakarsai program Young Farmer Academy 2016 yang pertama di Indonesa, dengan target mahasiswa peternakan, siswa SMA dan anak-anak peternak susu.

“Program Young Farmer Academy dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan permintaan susu nasional, serta meningkatkan industri peternakan susu di Indonesia. Program ini dimulai tahun ini dan memiliki tujuan yang jelas dalam mengembangkan keterampilan bisnis para pemuda di industri susu Indonesia,” tambahnya.