Wujudkan Ketahanan & Keamanan Pangan dengan Meningkatkan Peranan Peternak Sapi Perah

Berita

Oct 19, 2020

Wujudkan Ketahanan & Keamanan Pangan dengan Meningkatkan Peranan Peternak Sapi Perah

Wujudkan Ketahanan & Keamanan Pangan dengan Meningkatkan Peranan Peternak Sapi Perah

"Protein menjadi sebuah hal yang mutlak untuk imunitas tubuh. Dibandingkan protein nabati, protein hewani memiliki sumber protein terbanyak. Unsur asam aminonya membuat protein hewani memiliki kelebihan dibanding protein nabati. Bicara masalah protein hewani, maka kita berbicara soal daging, telur dan susu,” ujar Dr. Ir. Nasrullah M.Sc., selaku Direktur Jendral Peternakan & Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI. 


Untuk menjaga ketahanan dan keamanan pangan terutama dimasa pandemi ini, Frisian Flag Indonesia (FFI) bersama Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) menggelar kegiatan webinar yang diikuti oleh akademisi, peternakkoperasi susu di Indonesia serta stakeholder. FFI dan GKSI juga meyakini bahwa keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama dan setiap pihak memiliki peran untuk memastikan makanan yang dikonsumsi masyarakat memenuhi kriteria aman dan sehat.

“Kesadaran untuk minum susu setiap hari menunjukkan tren positif dan kini menjadi bagian dari komitmen masyarakat menjalankan gaya hidup sehat, terutama untuk mendukung sistem imunitas keluarga. Kebutuhan akan pasokan protein hewani atau susu sapi segar terus meningkat dan ini menjadi peluang kita bersama untuk memajukan potensi peternak sapi perah Indonesia,” papar Andrew F. Saputro, Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia dalam pembukaan acara webinar kemarin.

Menyambut positif inisiatif kegiatan ini, Direktur Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Dr. Ir. Nasrullah M. Sc., menyampaikan bahwa dimasa pandemi Covid 19 kebutuhan akan protein hewani khususnya susu sangat dibutuhkan untuk meningkatkan imunitas. untuk itu, dibutuhkan kerjasama yang baik antara pemerintah, stakeholder terkait dan peternak sapi perah untuk bisa memenuhi kebutuhan susu segar nasional di Indonesia.

“Kita harus melakukan langkah nyata bersama stakeholder persusuan nasional. Besar harapan kami dengan adanya webinar ini, agar kami dari pemerintah dibekali terkait seperti apa arah pengembangan persusuan nasional, seperti apa menyikapinya dan siapa melakukan apa. Inilah yang kami tunggu, kita tidak perlu lagi berteori, kita butuh rencana aksi,” tegas Nasrullah.

Selaras dengan tema ‘Food Safety, Everyone’s Business’ yang diusung Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) pada peringatan Hari Pangan Sedunia 2020, FFI dan GKSI ingin mengangkat peran peternak sapi perah dalam memastikan keamanan pangan untuk Indonesia. Sejak tahun 1996, melalui Dairy Development Program (DDP), FFI telah berbagi pengalaman tentang peternakan berkelanjutan yang mengutamakan keamanan dan kesehatan pangan. Mulai dari manajemen kandang yang harus sesuai standar, hingga pakan dan kesehatan sapi perah. Hal tersebut dilakukan agar peternak sapi perah lokal paham akan pentingnya susu segar yang berkualitas.

“Pemberdayaan peternak sapi perah lokal yang dilakukan FFI bersama-sama dengan koperasi-koperasi susu, telah meningkatkan kualitas peternakan dan berdampak positif terhadap produktivitas dan pengembangan usaha. Kami dapat berbagi tentang tantangan mengelola ternak sapi perah dan mendapat banyak pembelajaran untuk mengatasinya. Semangat kemitraan ini sangat positif dan memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan anggota koperasi kami. Tidak hanya peningkatan produktivitas dan kualitas susu segar, kemitraan ini juga meningkatkan kualitas sumber daya para peternak,” ungkap Dedi Setiadi selaku Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia.

Keberhasilan peningkatan keamanan dan kesehatan sumber pangan berkualitas tidak seperti membalikkan telapak tangan. Dalam kesempatan ini, pakar pakan ruminansia sekaligus Guru Besar Fakultas Peternakan UGM, Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA., IPU., ASEAN.Eng., menekankan pentingya pengelolaan pakan dan kesehatan ternak sebagai kunci keamanan pangan.

“Kesadaran menyediakan pangan aman harus dimulai dari hulu dan seyogyanya menjadi sebuah standar operasi dalam mengelola peternakan, dan dimulai dari pakan. Pakan ternak yang berkualitas serta kesehatan ternak menjadi kunci keamanan dan sumber pangan yang berkualitas untuk masyarakat,” papar Prof. Ali.

Senada dengan Prof. Ali, Kadiv Teknologi Hasil Ternak, Dept. Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan IPB, Dr. Ir. Epi Taufik, S. Pt., MVPH., MSi., menyampaikan bahwa manajamenen peternakan sapi perah Indonesia harus ditingkatkan agar ketahanan pangan bisa terpenuhi. “Edukasi, inovasi dan kerjasama antara pemerintah, akademisi, peternak, perusahaan dalam mewujudkan peternakan sapi perah yang modern, berkualitas dan berkelanjutan,” jelasnya.