Training of Trainers Gerakan Nusantara Beri Manfaat Positif Bagi Guru & Siswa Sekolah Dasar

Berita

Apr 02, 2018

Training of Trainers Gerakan Nusantara Beri Manfaat Positif Bagi Guru & Siswa Sekolah Dasar

Training of Trainers Gerakan Nusantara Beri Manfaat Positif Bagi Guru & Siswa Sekolah Dasar

Program Gerakan Nusantara, yang sudah memasuki tahun keenam, berhasil mengubah kebiasaan masyarakat Indonesia khususnya anak-anak untuk menjalani pola hidup dengan gizi seimbang. 

Salah satu kegiatan yang dilakukan dalam program ini adalah Training of Trainers (ToT), yang untuk pertama kalinya diadakan pada 2017 dan berhasil menjangkau 2.134 guru di 740 sekolah di delapan provinsi di Indonesia. Keterlibatan guru dalam program ini memang menjadi salah satu komponen penting untuk mencapai hasil yang diinginkan, yaitu agar anak-anak serta orangtua mengetahui pentingnya perilaku gizi yang positif dengan rajin minum susu dan bergerak aktif, agar bisa membentuk anak-anak menjadi generasi yang kuat dan sehat.

Pada 15 Maret 2018, FFI mengundang sejumlah media nasional untuk mendengar pemaparan langsung dari guru dan murid sekolah dasar yang menerima manfaat dari kegiatan Training of Trainers (ToT) tersebut. “Jika tahun-tahun sebelumnya edukasi hanya ditujukan kepada anak-anak di sekolah, tahun 2017 kemarin kami menambah pendekatan kepada guru. Keterlibatan guru memerikan hasil yang positif dalam kegiatan edukasi gizi kepada anak-anak. Guru yang merupakan sosok pengganti orangtua di sekolah menjadi sumber inspirasi anak-anak untuk menerapkan perilaku gizi positif,” jelas Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (PKGK FKM UI) Ir. Ahmad Syafiq, MSc., PhD. 

Dalam kesempatan tersebut, hadir guru-guru yang mengikuti ToT, serta siswa penerima manfaat dari program Gerakan Nusantara. Mereka berkesempatan memaparkan tentang manfaat dari edukasi yang diberikan oleh Frisian Flag Indonesia tentang Pedoman Gizi Seimbang dan perilaku gizi positif. “Dulu sekolah kami hanya menganjurkan siswa untuk membawa bekal saja, tapi setelah kami mendapat edukasi dari program ToT, kami sekarang sudah membuat daftar atau catatan bekal apa yang dibawa oleh siswa, mulai dari nasi, sayur, lauk pauk, buah-buahan, dan susu. Kalau ada siswa yang bekalnya tidak komplit kita akan berikan teguran langsung kepada orangtua murid,” papar Sartika Situmorang selaku Wakil Kepala sekolah SDN Pekayon 16 Pagi, Jakarta Timur. 

Usai mendapatkan edukasi melalui ToT, SDN 03 Pondok Labu, Jakarta Selatan, kini menganjurkan para siswanya untuk membawa bekal sehat setiap hari, dan  menciptakan ‘pelangi’ di dalam bekal mereka. “Maksudnya adalah bekal yang dibawa bervariasi, warna putih didapat dari nasi, kuning dari lauk pauk, hijau dari sayur-sayuran, merah dari buah-buahan. Tidak hanya itu, kami juga mengadakan pengukuran tinggi dan berat badan, serta mengajak siswa untuk hidup sehat dengan rajin mencuci tangan sebelum makan dan menjaga kebersihan,” cerita Boriyem, Kepala Sekolah SDN 03 Pondok Labu, Jakarta Selatan.

Melihat reaksi positif dari para guru dan siswa penerima manfaat dari program Gerakan Nusantara, Frisian Flag Indonesia berencana untuk menjangkau lokasi lain di Indonesia untuk menyebarkan pesan tentang kebaikan perilaku gizi positif. “FFI akan terus menjadi bagian dari proses pembangunan ekosistem guru, orangtua, siswa agar pesan mengenai pentingnya perilaku gizi positif terus berlanjut. Hal ini akan mendukung pencapaian perbaikan status kesehatan dan gizi anak Indonesia. Hal ini sejalan dengan komitmen FFI untuk membangun keluarga kuat Indonesia di mana pun kami berada,” ujar Refa Hayudi Griyanda, Corporate Sustainability Development Manager Frisian Flag Indonesia.