Perangi Stunting Melalui Asupan Protein Hewani Baik

Berita

Feb 13, 2019

Perangi Stunting Melalui Asupan Protein Hewani Baik

Perangi Stunting Melalui Asupan Protein Hewani Baik

Sebagai salah satu perusahaan produk susu terkemuka, Frisian Flag Indonesia terus berkomitmen mengambil bagian dalam upaya pemerintah mencegah stunting di Indonesia. Melalui acara MilkVersation pertama di tahun 2019, Frisian Flag Indonesia mengupas permasalahan serta membahas upaya penanggulangan stunting di Indonesia bersama awak media. 

 

Stunting adalah kondisi di mana tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan standar orang seusianya. Penyebab utamananya adalah kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir. Sayangnya di Indonesia kondisi ini masih sangat memprihatinkan dan mendapat perhatian yang cukup besar dari pemerintah dalam penanggulangannya. Data terbaru Riskesdas 2018 menunjukkan angka prevelensi stunting yang cukup tinggi yakni 30,8%, jauh dari ambang WHO, yaitu sebesar 20%.

Di awal tahun 2019, dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional, Frisian Flag Indonesia mengajak awak media untuk bersama-sama mengupas lebih dalam lagi tentang pemahaman dan penanggulangan isu stunting dengan mendatangkan para pakar, seperti Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS, selaku Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia, serta Dokter Anak Spesialis Nutrisi dan Penyakit Metabolik pada Anak, Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif, SpA(K).

Fakta yang terjadi di Indonesia saat ini adalah rendahnya konsumsi asupan protein hewani, sehingga kasus stunting terjadi. Perlu diketahui bahwa investasi protein hewani sangatlah penting karena memiliki kandungan asam amino esensial yang lengkap, yang dinilai mampu membantu pertumbuhan serta kecerdasan otak anak.

“Terkait stunting, pemenuhan gizi yang lengkap pada 2 tahun pertama masa kehidupan memiliki peran yang krusial. Setelah pemberian Air Susu Ibu eksklusif pada tahun pertama kehidupannya, anak membutuhkan makanan pendamping dengan kandungan karbohidrat, lemak, dan protein. Sumber protein hewani terbaik dapat ditemukan dalam susu, telur, unggas, ikan, serta daging. Tapi faktanya, masyarakat Indonesia masih sangat rendah konsumsi protein hewaninya,” papar Damayanti

Sependapat dengan penjabaran Damayanti, Hardinsyah mengatakan pemerintah tengah mengupayakan program-program perbaikan gizi di 1000 hari pertama kehidupan. Termasuk program edukasi gizi kepada siswa, remaja, dan calon pengantin. “Upaya ini dilakukan untuk membangun kesadaran dan menanamkan nilai tentang pentingnya pemenuhan gizi dan hidup sehat sebelum remaja, calon ibu dan ibu rumah tangga,” ujar Hardinsyah.

Langkah yang diambil Frsian Flag Indonesia saat ini adalah mengajak para pemangku kepentingan, pakar di bidang terkait, serta masyarakat luas untuk bersama-sama melakukan upaya pencegahan dan percepatan penurunan angka stunting, salah satunya dengan menerapkan investasi protein hewani bergizi baik sejak dini.

“Inisiatif ini sejalan dengan komitmen perusahaan yang berupaya untuk mendukung masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang, salah satunya dengan senantiasa menghadirkan rangkaian inovasi produk yang bergizi, berkualitas, dan terjangkau, serta menginisiasi program-program edukasi gizi bagi masyarakat,” jelas Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia Andrew F. Saputro.