Gerakan Nusantara Berhasil Tingkatkan Perilaku Hidup Sehat dan Aktif pada Anak-Anak Indonesia

Berita

Aug 29, 2017

Gerakan Nusantara Berhasil Tingkatkan Perilaku Hidup Sehat dan Aktif pada Anak-Anak Indonesia

Gerakan Nusantara Berhasil Tingkatkan Perilaku Hidup Sehat dan Aktif pada Anak-Anak Indonesia

Untuk terus menjalankan komitmennya dalam berkontribusi menyediakan gizi terbaik serta membantu meningkatkan status gizi masyarakat Indonesia, Frisian Flag Indonesia kembali meluncurkan program Gerakan Nusantara 2017. Hal ini dilakukan untuk bisa mewujudkan kebiasaan gaya hidup sehat dan aktif bagi masyarakat Indonesia. 

Pada 22 Agustus 2017 Frisian Flag Indonesia kembali meluncurkan program Gerakan Nusantara di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Program ini merupakan inisiatif untuk meningkatkan kesadaran anak Indonesia akan pentingnya gaya hidup sehat dan aktif, salah satunya melalui minum susu satu gelas per hari. Di tahun kelimanya, program ini berfokus pada peningkatan peran guru melalui Training of Trainers (ToT) dalam memberikan pengetahuan tentang gizi kepada murid-murid Sekolah Dasar. Konsep baru ini dipilih berdasarkan hasil studi Knowledge, Attitude, Practice (KAP) 2016 yang dilakukan oleh FFI bersama Pusat Kajian Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia (PKGK FKM UI). Studi ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada hasil akhir keseluruhan program Gerakan Nusantara 2016, yang selama 3 bulan telah diinformasikan dan diedukasikan kepada para guru dan murid di Sekolah Dasar.

Mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, program Gerakan Nusantara ini mampu berjalan berdampingan dengan Program Gizi Anak Sekolah (Progas) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak awal pelaksanaannya di tahun 2013. “Kami mendukung program Gerakan Nusantara ini, karena memang tujuan dari Gerakan Nusantara untuk membangun kebiasaan pola makan sehat sejalan dengan progam dari Kemendikbud yaitu Progas. Dan kami berharap bisa terus berjalan beriringan dengan program pemerintah, dengan begitu jangkauannya bisa lebih luas,” jelas Bambang Hadi Waluya, S. Pd, M. Pd., selaku Plt. Kasubdit Kelembagaan dan Sarana Prasarana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Selaras dengan komitmen Frisian Flag Indonesia yaitu Nourishing by Nature, FFI berupaya untuk terus menyediakan gizi terbaik serta meningkatkan status gizi masyarakat melalui edukasi mengenai gizi seimbang serta gaya hidup sehat dan aktif. “Gerakan Nusantara juga dirancang untuk mendukung sosialisasi Pedoman Gizi Seimbang (PGS) dan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs) untuk mewujudkan kehidupan sehat dan sejahtera dengan mengakhiri kelaparan dan malnutrisi hingga tahun 2030,” ungkap Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia Andrew F. Saputro.

Selain itu, dalam studi KAP yang dilakukan dengan menggunakan metode intervensi di sekolah-sekolah, menunjukkan peningkatan yang signifikan antara sesudah dan sebelum dilakukannya program Gerakan Nusantara. “Kami selalu melakukan studi KAP secara berkelanjutan untuk mengukur efektivitas program Gerakan Nusantara dari tahun ke tahun. Pada tahun 2016, studi KAP dilakukan terhadap ratusan guru dan ribuan siswa di enam provinsi selama tiga bulan, dan hasilnya, terjadi peningkatan yang signifikan terhadap perilaku hidup sehat dan aktif di semua kelompok,” papar Ir. Ahmad Syafiq, MSc, PhD., selaku Ketua PKGK FKM UI.

Sebagai public figure dan pemerhati pendidikan, Susan Bachtiar menyampaikan apresiasinya terhadap program Gerakan Nusantara 2017. “Saya yakin guru mampu mengajarkan nilai seputar pentingnya kesehatan dan nutrisi yang secara tidak langsung turut berdampak kepada prestasi anak di sekolah. Oleh karena itu, menjadikan mereka agent of change di sekolah lewat program Gerakan Nusantara, merupakan langkah terbaik dalam menanamkan kebiasaan baik seperti perilaku gaya hidup sehat, aktif, dan pengetahuan mengenai makanan sehat bagi anak-anak kita,” ujar Susan.

Tahun ini, Gerakan Nusantara berhasil menjangkau lebih dari 700 sekolah, lebih dari 8.000 guru, serta kurang lebih 500.000 siswa Sekolah Dasar, yang tersebar di 24 kota di provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Untuk pertama kalinya, program ini juga dilaksanakan di Riau (Pekanbaru), Jambi, dan Sumatera Barat (Padang). Melalui program ini, FFI berharap bisa terus menjalankan komitmen jangka panjangnya dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak dan keluarga Indonesia.