Gerakan NUSANTARA 2018 dari Frisian Flag Indonesia Fokus Menyasar Kabupaten Tertinggal

Berita

Sep 18, 2018

Gerakan NUSANTARA 2018 dari Frisian Flag Indonesia Fokus Menyasar Kabupaten Tertinggal

Gerakan NUSANTARA 2018 dari Frisian Flag Indonesia Fokus Menyasar Kabupaten Tertinggal

Sebagai komitmen Frisian Flag Indonesia terhadap pengetahuan masyarakat tentang gizi, Gerakan Nusantara kembali diluncurkan pada 5 September 2018 dan sudah memasuki tahun keenam dalam pelaksanannya. Program Training of Trainers (ToT) sebagai salah satu aktivitas yang berkontribusi dalam memberikan edukasi gizi kepada guru, kini merambah wilayah Indonesia Timur.

Program Gerakan Nusantara tahun ini memperluas jangkauannya hingga ke Indonesia Timur, dengan rencana bisa menjangkau hingga lebih dari 700.000 siswa. Hal ini juga diikuti dengan aktivitas Training of Trainers ( ToT) yang dilaksanakan dilaksanakan di beberapa wilayah, yaitu Kota/Kabupaten Sorong, Kota/Kabupaten Kupang, Kota/Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kota/Kabupaten Malang, Kota/Kabupaten Batu dengan jumlah peserta lebih dari 400 guru Sekolah Dasar. Dengan harapan, para guru-guru tersebut bisa menjadi duta untuk menyampaikan ilmu yang mereka dapat mengenai gizi bukan hanya kepada siswa-siswi sekolah mereka, tetapi juga kepada sesama guru, orangtua, hingga para guru dari sekolah lain.

“Tahun ini adalah tahun keenam penyelenggaraan program Gerakan NUSANTARA. Frisian Flag Indonesia terus belajar untuk menyempurnakan program ini agar dapat berjalan efektif guna mencapai tujuannya. Kesuksesan ini pun turut meningkatkan keyakinan Frisian Flag Indonesia untuk meneruskan dan menguatkan pelaksanaan program di Indonesia bagian barat dan memperluas jangkauan program ke Indonesia bagian timur untuk mengedukasi tentang pentingnya perilaku gizi positif,” papar Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia Andrew F. Saputro.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pun turut menyelaraskan program Gerakan NUSANTARA agar bisa berjalan berdampingan dengan program Gizi Anak Sekolah (ProGAS), yang diinisiasi Kemendikbud sejak 2016. “Ini harus kita jalankan, karena kalau tidak, kita tidak bisa mengimbangi anak-anak kita untuk tumbuh optimal, terutama persoalan gizinya. Oleh karena itu saya berterima kasih kepada Frisian Flag Indonesia yang sudah memulai program ini sejak 2013. Bersama ProGAS, kita akan bekerja sama agar bisa lebih mengoptimalkan pelaksanaan program ini hingga ke kabupaten-kabupaten yang tertinggal,” tutur Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud RI, Hamid Muhammad, M.Sc, Ph.D.

Selain itu, tahun ini Frisian Flag Indonesia juga bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Bidang Tumbuh Kembang Anak, untuk ikut menyelaraskan program Gerakan NUSANTARA dengan program Sekolah Ramah Anak, yang diinisiasi oleh KemenPPPA. “Salah satu indikator sekolah ramah anak adalah akses kepada makanan bergizi, agar anak mendapat asupan makanan bergizi yang baik, tidak hanya di rumah namun juga di sekolah. Kami melihat program Gerakan NUSANTARA sebagai suatu gerakan tepat yang mendukung pelaksanaan Sekolah Ramah Anak,” ungkap Elvi Hendrani, Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Atas Pendidikan, Kreativitas dan Budaya, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.