Frisian Flag Untuk Pertama Kalinya Selenggarakan Gerakan Nusantara di Nusa Tenggara Timur

Berita

Dec 15, 2016

Frisian Flag Untuk Pertama Kalinya Selenggarakan Gerakan Nusantara di Nusa Tenggara Timur

Frisian Flag Untuk Pertama Kalinya Selenggarakan Gerakan Nusantara di Nusa Tenggara Timur

Gerakan Nusantara adalah bagian dari komitmen Frisian Flag Indonesia untuk membangun generasi muda Indonesia yang Sehat, Cerdas, dan Aktif melalui edukasi tentang gizi dan pola hidup sehat. Gerakan Nusantara juga mengadakan Training of Trainer untuk guru-guru terpilih di NTT, untuk memperluas jangkauan dan hasil nyata program ini

Frisian Flag Indonesia (FFI), untuk pertama kalinya di tahun ini menyelenggarakan program Gerakan Nusatara di salah satu daerah yang masuk dalam wilayah 3T (Tertinggal, terluar, terdalam). Pada 8 Desember 2016 lalu, FFI menjalankan aktivitas program Gerakan Nusantara (MiNUm Susu TiAp Hari UNTuk Anak CeRdas Aktif IndonesiA) di SDN Inpres Bertingkat Kelapa Lima 1, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Pelaksanaan aktivitas program ini dihadiri oleh Gubernur NTT Drs. Frans Lebu Raya, Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud RI) Bidang Hubungan Pusat dan Daerah Dr. James Modouw, M.MT, serta Direktur Corporate Affair Frisian Flag Indonesia Andrew F. Saputro.

Selain bertempat di Kupang, Gerakan Nusantara juga diselenggarakan di kota Labuan Bajo, NTT. Sebanyak lebih dari 15.000 siswa sekolah dasar dari 30 sekolah dasar di Kupang dan Labuan Bajo menjadi sasaran dari Gerakan Nusantara yang mencakup kegiatan edukasi dan pemberian materi tentang gizi, pembagian asupan gizi tambahan, senam luar ruang, serta sosialisasi mengenai kantin dan jajanan sehat. Tidak hanya itu, untuk pertama kalinya dalam Gerakan Nusantara FFI melaksanakan pelatihan guru intensif atau Training of Trainers (ToT) di NTT. “Melalui kegiatan ini, kami berharap para guru dapat menjadi duta gizi yang secara aktif menyebarkan ilmu dan pengetahuannya mengenai gizi seimbang untuk mengedukasi para siswa dan guru di lingkungan sekolahnya sendiri maupun di sekolah lain,” jelas Andrew F. Saputro.

Kegiatan ToT menjadi bentuk lain komitmen FFI untuk memperluas jangkauan dan hasil nyata dari Gerakan Nusantara. Sebanyak 74 guru yang berasal dari 30 sekolah dasar di kota Kupang dan Labuan Bajo, NTT, berpartisipasi dalam kegiatan ToT yang mendapat pengawasan langsung dari Dinas Pendidikan Kota dan Dinas Kesehatan Kota dengan materi yang disiapkan oleh tim ahli gizi Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (PKGK FKM UI). Kegiatan ToT juga memperoleh dukungan penuh dari Kantor Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang menjadi tempat penyelenggaraan ToT yang pertama. “Kami sangat mengapresiasi upaya dan inisiatif Frisian Flag Indonesia untuk meningkatkan kesadaran gizi melalui program Gerakan Nusantara yang tahun ini telah menjangkau NTT. Keikutsertaan 30 sekolah dasar yang tersebar di Kupang dan Labuan Bajo merupakan langkah awal yang inspiratif bagi pengembangan pendidik dasar terhadap kesadaran dan pemahaman mengenai gizi serta pentingnya aktifitas fisik bagi siswa sekolah dasar di provinsi kami,” jelas Drs. Frans Lebu Raya dalam sambutannya.

Untuk 2016, Gerakan Nusantara menyasar 510 sekolah dasar yang menjangkau 236.320 siswa yang tersebar di enam provinsi di Indonesia, yaitu Banten, Jawa barat, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, dan Nusa Tenggara Timur.