Frisian Flag Indonesia, Tingkatkan Peran Aktif Guru & Orang Tua terhadap Literasi Gizi melalui Program Gerakan Nusantara 2020

Berita

Sep 29, 2020

Frisian Flag Indonesia, Tingkatkan Peran Aktif Guru & Orang Tua terhadap Literasi Gizi melalui Program Gerakan Nusantara 2020

Frisian Flag Indonesia, Tingkatkan Peran Aktif Guru & Orang Tua terhadap Literasi Gizi melalui Program Gerakan Nusantara 2020

Gerakan Nusantara kembali hadir untuk mengedukasi dan memberikan literasi untuk para siswa sekolah dasar, guru dan orang tua akan pentingnya pola hidup sehat, gaya hidup aktif dan kebiasaan minum susu setiap hari. 

 

Memasuki tahun kedelapan dalam penyelenggaraannya, program Gerakan Nusantara (Gernus) menggelar kegiatan webinar yang bertema ‘Menjadi Orang Tua Tangguh di Era Adaptasi Kebiasaan Baru’ yang diikuti lebih dari 700 guru dan orang tua dari sekolah-sekolah dasar di wilayah DKI Jakarta.

Seminar yang dilakukan melalui daring ini berkesempatan menghadirkan para pembicara ahli yang membahas pendidikan gizi serta bagaimana melakukan program Belajar Dari Rumah (BDR) yang kondusif, sesuai yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud). Tantangan yang dihadapi adalah bagaimana para orang tua, guru dan siswa paham bahwa mengkonsumsi pangan sehat dan gaya hidup aktif diperlukan untuk melalui masa pandemi ini.

“Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam proses pendidikan anak termasuk dalam penerapan pola hidup bersih dan sehat. Hikmah di masa pandemi ini adalah, kita diajarkan mengenal paradigma baru pendidikan yang lebih kolaboratif, kreatif dan inovatif. Inilah saatnya semua komponen pendidikan, orang tua, guru dan siswa berkolaborasi mencoba hal baru, banyak Tanya, banyak coba dan banyak karya,” papar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem A. Makarim, B.A, M.B.A saat memberikan sambutannya membuka webinar.

Sejak awal diluncurkan 2013, Gernus terus memaksimalkan kontribusinya untuk meningkatkan kualitas pendidikan khususnya dalam hal literasi gizi kepada guru, orang tua, dan siswa sekolah dasar. Program ini juga mengutamakan kegiatan-kegiatannya untuk mendukung Program Gizi Anak Sekolah (ProGAS) yang digagas oleh Kemendikbud RI dan sosialisasi keamanan pangan oleh BPOM RI.

Pada acara webinar ini, Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha BPOM RI, Dra, Dewi Prawitasari, Apt., M.Kes, menyampaikan apresiasinya terhadap Frisian Flag Indonesia melalui program Gernus yang konsisten terhadap komitmennya dalam meningkatkan kesadaran akan pola konsumsi pangan sehat, aman dan gaya hidup aktif.

“BPOM RI memberikan penghargaan atas kerjasama korporasi sebagaimana inisiatif yang disampaikan oleh FFI untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kesehatan melalui sosialisasi keamanan pangan kepada anak-anak kita dengan melibatkan komunitas sekolah termasuk guru dan orang tua. Pengetahuan dan perilaku yang sadar pangan aman akan membentuk generasi yang sehat dan siap membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju dan bermartabat,” ucapnya.

Sejak diluncurkan hingga saat ini, Gernus telah berhasil menjangkau 2.520.774 siswa dan 4.886 guru dari 4.806 Sekolah Dasar di Indonesia. FFI bekerjasama dengan kalangan akademisi dan para ahli, diantaranya Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (PKGK FKM UI). Bersama PKGK FKM UI, FFI mengukur dampak positif bagi perilaku sehat dan aktif anak melalui studi PSP (Pengetahuan-Sikap-Perilaku), dimana hasil studi yang dilakukan pada tahun 2015, 106, 2017 dan 2018 terjadi peningkatan yang signifikan terhadap pengetahuan gizi dan perilaku sehat aktif yang lebih baik.

Dalam kesempatan yang sama, pakar gizi Kesehatan Masyarakat dan Guru Besar FKM UI, Prof. Dr. drg. Sandra Fikawati, MPH, mengatakan bahwa dibutuhkan sikap positif untuk bisa meningkatkan dan mempraktikkan pengetahuan dalam hal literasi gizi.

“Di tengah krisis kesehatan saat ini, tidak hanya Indonesia, tetapi juga seluruh dunia harus benar-benar menyiapkan literasi gizi anak-anak kita. Dengan kebiasaan baru dan diberlakukannya BDR, literasi gizi tidak hanya menjadi tanggung jawab guru dan siswa tapi juga membutuhkan peran aktif orang tua,” jelasnya.

Selama masa pandemi dan diberlakukannya BDR, tak sedikit orang tua dan guru menghadapi kendala dalam pemanfaatan teknologi digital. Oleh karena itu, FFI menggandeng pakar edukasi digital prof. Dr. Ir. R. Eko Indrajit, M.Sc., MBA., MPhil., MA, untuk membantu guru dan orang tua dalam memanfaatkan teknologi secara bijaksana.

“Peran teknologi informasi dan pemanfaatan media digital dapat kita manfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menjawab tantangan geografis Indonesia. Pelaksanaan BDR harus dilakukan secara baik dan menyenangkan, oleh sebab itu baik guru maupun orang tua harus memahami dan menguasai tips-tips praktis penggunaan teknologi digital sebagai alat ajar di rumah yang efisien, efektif dan kreatif. Teknologi digital memberikan kesempatan kepada seluruh bangsa Indonesia untuk maju dan kita harus mampu mengoptimalkan kemajuan teknologi ini untuk pendidikan Indonesia, termasuk pendidikan literasi gizi,” papar Prof. Eko.

Tahun 2020 menjadi tantangan bagi seluruh masyarakat dunia khususnya dalam menghadapi masa pandemi ini. Frisian Flag Indonesia sebagai salah satu perusahaan yang menghasilkan produk-produk bergizi, berupaya untuk terus berkomitmen dan berkontribusi dalam mengedukasi pendidikan gizi di Indonesia.

“Gernus adalah salah satu kendaraan kami dalam melakukan sosialisasi pendidikan gizi. Tahun ini kami sangat senang dapat terlibat dalam program Belajar Dari Rumah dari Kemendikbud dan mendukung program ‘keamanan pangan’ dari BPOM. Dengan kerjasama yang baik ini, kami sangat optimis melihat masa depan bangsa Indonesia. Mari kita terapkan pola konsumsi pangan sehat dan gaya hidup aktiff, di rumah, di sekolah dan di tengah masyarakat. Ayo minum susu!” ucap Andrew F. Saputro selaku Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia.