Frisian Flag Indonesia Mengajak Keluarga Indonesia untuk Menjalankan Gaya Hidup Sehat

Berita

Jan 31, 2017

Frisian Flag Indonesia Mengajak Keluarga Indonesia untuk Menjalankan Gaya Hidup Sehat

Frisian Flag Indonesia Mengajak Keluarga Indonesia untuk Menjalankan Gaya Hidup Sehat

Kecilnya angka konsumsi susu di Indonesia serta meningkatnya angka stunting (tubuh pendek) pada balita, membuat Frisian Flag Indonesia makin bersemangat untuk terus mengkampanyekan budaya minum susu dan pola hidup sehat setiap hari.

Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional yang jatuh pada tanggal 25 Januari lalu, Frisian Flag Indonesia menyelenggarakan acara Diskusi Cerdas yang bertajuk “Resolusi untuk Keluarga Sehat Indonesia”. Diskusi ini dihadiri oleh ahli gizi, Dr. Marudut, MPS yang juga termasuk anggota Bidang Penelitian dan Pengembangan Gizi Persatuan Gizi Indonesia (PERSAGI), serta dr. Rulli P.A. Situmorang, selaku Medical Affairs Manager Frisian Flag Indonesia.

Banyak fakta yang cukup mengejutkan mengenai kondisi kesehatan di Indonesia, salah satunya adalah mengenai minimnya konsumsi susu di Indonesia setiap tahunnya. Menurut data dari Nielsen RUU Data (non-projected) 2014, konsumsi susu di Indonesia baru mencapai 12 liter per orang/tahun. Jika mengacu pada data tersebut, jelas Indonesia masih tertinggal jauh dari beberapa negara di Asia Tenggara lainnya, seperti Malaysia (39 liter/tahun), Vietnam (20 liter/tahun), dan Thailand (17 liter/tahun). Kondisi inilah yang menjadi alasan Frisian Flag indonesia sebagai mitra gizi keluarga untuk turut mendukung peningkatan konsumsi susu melalui sosialisasi gaya hidup sehat.

Dalam diskusi tersebut, Dr. Marudut, MPS, menyampaikan bahwa dampak dari kurangnya konsumsi susu di Indonesia membuat angka stunting pada Balita dan prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) di Indonesia cenderung meningkat. “Konsumsi pangan sumber protein dengan kualitas terbaik dan sumber kalsium yang relatif tinggi dapat melengkapi kekurangan zat gizi dari asupan makanan sehari-hari. Dampaknya, pertumbuhan normal dan hidup sehat akan tercapai ditambah dengan aktivitas fisik tentunya. Asupan kalsium yang cukup sejak dini merupakan investasi kesehatan di masa tua agar bisa tetap bergerak aktif di usia lanjut,” paparnya.

Faktanya, susu merupakan salah satu sumber zat gizi dengan mutu protein dan kalsium terbaik. Hal ini pun diakui oleh WHO yang melakukan penentuan mutu protein dengan menggunakan DIAAS (Digestible Indispensable Amino Acid Score), yaitu skor pencernaan protein di usus halus (ileum). Berdasarkan skor ini, ditemukan bahwa protein pada susu dan telur ditetapkan sebagai protein terbaik di antara pangan sumber protein lainnya.

Berbicara mengenai gaya hidup sehat, dr. Rulli P.A Situmorang pun menjelaskan, jika gaya hidup sehat bisa diwujudkan dengan memulai mengkonsumsi menu makanan dengan gizi yang seimbang dan minum susu setiap hari bersama seluruh anggota keluarga. “Hal ini bisa menjadi salah satu poin yang bisa dimasukkan dalam resolusi di tahun 2017 ini, terlebih kondisi minimnya konsumsi susu di Indonesia yang cukup tertinggal di Asia Tenggara,” ujarnya.