Frisian Flag Indonesia Dorong Investasi Gizi melalui Asupan Protein Hewani untuk Bangun Generasi Produktif Bangsa

Berita

Nov 11, 2019

Frisian Flag Indonesia Dorong Investasi Gizi melalui Asupan Protein Hewani untuk Bangun Generasi Produktif Bangsa

Frisian Flag Indonesia Dorong Investasi Gizi melalui Asupan Protein Hewani untuk Bangun Generasi Produktif Bangsa

Komitmen Frisian Flag Indonesia untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan SDM Unggul Indonesia Maju, dibuktikan secara konsisten melalui peningkatan literasi gizi dan penyebaran manfaat kebaikan susu. MilkVersation, kegiatan edukasi yang digelar rutin bagi rekan-rekan media untuk disebarkan kepada khalayak luas, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pentingnya asupan gizi yang baik. 

Masih banyak orang Indonesia yang kurang menghiraukan pentingnya asupan protein hewani dalam makanan sehari-hari. Hal ini dapat dilihat dari data dari Food and Agriculture Organization (FAO), yang menyebutkan tingkat konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia pada tahun 2017 masih tertinggal jauh dari negara-negara maju, bahkan dari beberapa negara ASEAN. Ketika Malaysia sudah mencapai angka 30 persen, Thailand 24 persen dan Filipina 21 persen, Indonesia baru mencapai angka 8 persen.  Alhasil, kondisi ini dapat berimplikasi pada kualitas gizi para penerus bangsa.

Berdasarkan data tersebut, FFI mengangkat tema mengenai asupan protein hewani pada kegiatan MilkVersation kali ini. “Rendahnya tingkat konsumsi protein hewani di tengah masyarakat Indonesia berdampak bukan hanya pada terhambatnya pertumbuhan individu, tapi juga pada rendahnya kualitas generasi penerus bangsa. FFI sebagai produsen produk bernutrisi di Indonesia mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan konsumsi protein hewani, salah satunya susu. FFI terus berkomitmen untuk menghadirkan produk-produk berkualitas dan terjangkau untuk masyarakat Indonesia sesuai visi perusahaan “Nourishing by Nature”. Kami berharap, melalui upaya ini dapat bersama-sama berkontribusi untuk membangun generasi Indonesia yang produktif,” ujar Corporate Affairs Director Andrew F. Saputro.

Fakta lain datang dari data RIKESDAS 2018, yaitu 17,7% anak Indonesia masih masuk dalam kategori gizi kurang dan buruk, sedangkan 30% berada di kategori pendek dan sangat pendek. Pemenuhan protein hewani menjadi sebuah keharusan, mengingat peran asam amino lengkap yang terkandung di dalamnya untuk mendukung tumbuh kembang individu secara maksimal. “Pada protein hewani mengandung asam amino esensial lengkap yang berperan penting pada periode masa pertumbuhan, maupun fase kehidupan berikutnya. Sementara protein nabati tidak mengandung asam amino esensial yang lengkap. Kebutuhan protein hewani yang tidak terpenuhi dengan baik, dapat berdampak pada kesehatan dalam berbagai aspek, mulai dari terhambatnya pertumbuhan, yang dapat menyebabkan stunting dan gangguan kognitif, anemia, gangguan kondisi fisik dan organ tubuh, kualitas tulang, gigi, rambut, kulit, hingga mempengaruhi emosi dan kesehatan mental seseorang. Inilah mengapa protein hewani berkualitas dengan asam amino lengkap menjadi kebutuhan primer, karena merupakan bentuk investasi gizi dalam menjaga kesehatan jangka panjang,” papar Prof. Dr. dr. Saptawati Bardosono, M.Sc. selaku Pakar Gizi Universitas Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, pakar dietisien, Geetruida D. Rory, S.K.M, R.D., menerangkan bahwa ragam pilihan makanan yang kurang bergizi serta literasi gizi masih rendah, menjadi bagian yang mempengaruhi kualitas asupan zat gizi sehari-hari yang tidak seimbang.

“Pada anak, orang tua berperan penting dalam menyusun menu padat gizi guna mendukung pertumbuhan maksimal, salah satunya dengan memastikan pemenuhan kebutuhan pangan hewani. Untuk meningkatkan minat dan antusias anak pada asupan bergizi, orang tua juga perlu kreatif dalam mengkreasikan menu makanan yang sehat dan praktis. Di samping itu, aneka bahan pangan lokal pun dapat dimanfaatkan untuk mencapai pemenuhan gizi seimbang, misalnya dengan membuat variasi penggunaan bahan makanan, seperti mengganti santan dengan susu. Susu bukan hanya baik dari segi protein hewani, tetapi juga meningkatkan cita rasa sehingga bisa lebih disukai oleh anak,” ungkap Geetruida.

 FFI dengan portfolio produk terlengkap memberikan alternatif bagi para orang tua dalam menyajikan asupan protein hewani bagi keluarga, mulai dari susu bubuk seperti FRISIAN FLAG ® Kompleta hingga FRISIAN FLAG ® Purefarm Full Cream serta deretan produk kental manis FRISIAN FLAG ® yang dapat di gunakan sebagai penyedap masakan atau juga bahan hidangan lezat keluarga.