Frisian Flag Indonesia Berhasil Tingkatkan Pengetahuan dan Perilaku Gizi Positif Melalui Program Gerakan Nusantara

Berita

Feb 09, 2018

Frisian Flag Indonesia Berhasil Tingkatkan Pengetahuan dan Perilaku Gizi Positif Melalui Program Gerakan Nusantara

Frisian Flag Indonesia Berhasil Tingkatkan Pengetahuan dan Perilaku Gizi Positif Melalui Program Gerakan Nusantara

Berdasarkan hasil studi KAP (Knowledge, Attitude, Practice), program Gerakan Nusantara 2017 yang dilakukan Frisian Flag Indonesia berhasil meningkatkan pengetahuan dan perilaku gizi siswa SD dan para guru sebesar 11,1% dan 9,7%. 

Sebagai upaya untuk meningkatkan perilaku gizi positif dan mendorong anak-anak Indonesia untuk aktif melakukan gerak luar ruang, Frisian Flag Indonesia melalui program Gerakan Nusantara meningkatkan peran guru melalui kegiatan pelatihan gizi berupa Training of Trainers (ToT). Kegiatan ToT sendiri dimulai pada tahun 2016 di Kupang, NTT, dan pada tahun 2017 diperbanyak cakupannya sehingga menjangkau 740 sekolah di delapan provinsi di Indonesia. ToT meraih hasil yang sangat memuaskan. Sebanyak 2.254 guru berhasil dilatih pengetahuannya mengenai ilmu gizi yang didalamnya mencakup Pedoman Gizi Seimbang (PGS), manfaat susu, ajakan kegiatan luar ruang, serta jajanan sehat. Para guru yang dilatih ini kemudian menyampaikan kembali materi ilmu gizi yang dimilikinya kepada rekan-rekan guru dan seluruh siswa di sekolah mereka masing-masing.

Selain itu, tahun 2017 pun menjadi pencapaian yang luar biasa bagi program Gerakan Nusantara. Jika pada tahun sebelumnya program ini berhasil menjangkau 236.320 siswa Sekolah Dasar, di tahun 2017 jangkauan menjadi lebih dari dua kali lipat dengan 520.815 siswa yang teredukasi tentang pengetahuan, sikap, dan perilaku gizi positif.

Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakan Universitas Indonesia Ir. Ahmad Syafiq, MSc, PhD selaku mitra Frisian Flag Indonesia dalam menjalankan program Gerakan Nusantara dan studi KAP, menyampaikan bahwa keterlibatan guru dalam kegiatan edukasi memberikan hasil yang positif. “Kami melibatkan guru, orang tua, siswa dan menciptakan sebuah ekosistem belajar yang lebih kondusif dan berkelanjutan. Guru memiliki pengetahuan gizi yang lebih baik dan dapat menginspirasi anak-anak untuk menerapkan perilaku gizi yang lebih baik. Orang tua pun mendapatkan edukasi gizi melalui seminar yang disampaikan oleh guru-guru yang telah diberikan pembekalan melalui program ToT, dan menjadi pendukung yang penting dalam menyiapkan makanan bergizi bagi keluarga di rumah,” papar Syafiq.

Hasil studi KAP (Knowladge, Attitude, Practice) yang dilakukan di wilayah Sumatera Tengah yaitu di Padang, Pekanbaru dan Jambi pada tahun 2017 menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan perilaku gizi – kebiasaan konsumsi makanan bergizi, dari guru dan siswa sebesar 11,1% dan 9,7%. Hasil survey tersebut menjadi tolok ukur keberhasilan program Gerakan Nusantara 2017. “Kami sangat bangga terhadap pencapaian Gerakan Nusantara 2017. Untuk pertama kalinya kami meningkatkan peran guru dalam meningkatkan gizi anak bahkan keluarga Indonesia. FFI percaya bahwa guru bisa membantu program ini agar terus berkelanjutan di masa mendatang,” ungkap Refa Griyanda, CSR Manager Frisian Flag Indonesia.

Lebih jauh, Andrew F. Saputro, Direktur Corporate Affairs Frisian Flag Indonesia, menambahkan, “Di masa mendatang, Frisian Flag Indonesia bersama PKGK FKM UI akan terus menyempurnakan program Gerakan Nusantara dan akan fokus pada efisiensi dan kemandirian program pendidikan gizi di sekolah dasar, dengan harapan dapat mendukung dan berkontribusi terhadap pencapaian status kesehatan dan gizi anak Indonesia.”