Frisian Flag Indonesia Berbagi Pegetahuan “Kebaikan Protein Hewani untuk Tumbuh Kembang Anak’’ kepada 800 Anggota Bidan Indonesia

Berita

Sep 24, 2019

Frisian Flag Indonesia Berbagi Pegetahuan “Kebaikan Protein Hewani untuk Tumbuh Kembang Anak’’ kepada 800 Anggota Bidan Indonesia

Frisian Flag Indonesia Berbagi Pegetahuan “Kebaikan Protein Hewani untuk Tumbuh Kembang Anak’’ kepada 800 Anggota Bidan Indonesia

Frisian Flag Indonesia berbagi ilmu pengetahuan gizi terkini kepada anggota Bidan Indonesia dalam acara Pertemuan Ilmiah Tahunan Ikatan Bidan Indonesia (PIT IBI) 2019 di Jakarta pada tanggal 13 September lalu, dengan dihadiri oleh para pendidik, organisatori dan praktisi kebidanan. Dukungan Frisian Flag pada acara ini merupakan salah satu komitmen Frisian Flag Indonesia untuk mendukung IBI memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada ibu dan balita serta menciptakan generasi bangsa yang sehat, pintar, kuat, dan tinggi.

 

Saat ini, menekan angka stunting di Indonesia menjadi perhatian khusus bagi pemerintah dan juga para pakar kesehatan. Bidan, sebagai salah satu garda terdepan bagi kesehatan ibu dan balita harus turut andil dalam hal ini. FFI percaya peranan asupan nutrisi yang tepat dan adekuat di 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) adalah sangat penting untuk mencegah stunting sejak dini dan mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Untuk mendukung hal tersebut, FFI menghadirkan pakar nutrisi Prof. Dr. dr. Damayanti Rusli Syarif, Sp.A (K), sebagai pembicara tunggal pada acara Lunch Symposium PIT IBI 2019 dengan topik: Pentingnya Protein Hewani untuk Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak di hadapan 800 anggota Ikatan Bidan Indonesia yang hadir.

“Faktanya, saat ini banyak ibu-ibu, yang mungkin karena ketidaktahuan masalah nutrisi dan juga didukung oleh informasi di media sosial yang belum tentu bisa dipercaya, menarik kesimpulan bahwa yang bagus itu adalah protein nabati daripada protein hewani. Jadi orang selalu berpikir bahwa anak-anak adalah orang dewasa mini. Padahal, kalau bicara soal anak jelas berbeda dengan orang dewasa. Karena anak masih tumbuh dan orang dewasa tidak tumbuh lagi. Karenanya anak memerlukan protein dengan kandungan asam amino essensial yang lengkap untuk mendukung pertumbuhan otak dan fisiknya. Melalui bantuan garda terdepan kesehatan yaitu ibu bidan, FFI memberikan edukasi tentang kebaikan protein hewani. Protein hewani mengandung 9 asam amino essensial (AAE) yang lengkap dalam jumlah yang adekuat dan penting untuk pertumbuhan sel otak dan fisik anak. Sementara protein nabati tidak mengandung AAE selengkap protein hewani. Susu, telur, ikan, daging dan kacang-kacangan adalah sumber protein terbaik berdasarkan kelengkapan asam amino essensialnya. Diharapkan dengan informasi ilmu gizi terkini dan mudah diterapkan dalam menu sehari-hari, para ibu bidan dapat menjadi agent of changes untuk meningkatkan pengetahuan para ibu-ibu tentang pentingnya protein hewani bagi buah hati mereka terutama di 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan)”, papar Angelia Susanto Carluen, Head of IFT Frisian Brand

Kehadiran FFI dalam acara ini mendapat sambutan yang baik dari Ketua Ikatan Bidan Indonesia, DR. Emi Nurjasmi M.Kes., yang menyampaikan bahwa tahun ini IBI berhasil mendatangkan banyak narasumber yang luar biasa untuk bisa berbagi ilmu dan informasi kepada para bidan di seluruh Indonesia.

“Tahun ini menjadi istimewa karena UU Kebidanan baru disahkan, jadi ini pertama kali kami bertemu dengan banyak anggota untuk menginformasikan dan mensosialisasikan UU Kebidanan. Mereka mendapatkan informasi dari stakeholder yang terkait tentang perkembangan pelayanan di Indonesia. Saya rasa ini adalah forum yang tepat untuk berbagi ilmu dan informasi kepada para bidan. Saya dan teman-teman antusias karena bidan itu bukan hanya sekedar menolong ibu melahirkan, tetapi juga memantau pertumbuhan bayi dan balita. Target kita adalah mencegah stunting, dipantau dari masa ibu hamil, melahirkan bayi, sampai usia balita, di mana semua itu bidan terlibat di dalamnya, karena itu kita undang para pembicara yang bisa memberikan ilmu terbaru tentang ibu, bayi, dan balita kepada teman-teman bidan,” jelas Dr. Emi.

 Dalam kesempatan ini, terkait tumbuh kembang anak pada 1000 HPK, FFI juga menyampaikan dukungan penuh terhadap pemberian ASI. Kehadiran susu formula adalah sebagai alternatif jika kondisi ASI ibu tidak bisa mencukupi atau ada kondisi tertentu yang membuat ibu tidak bisa memberikan ASI kepada anaknya. Pemberian susu formula juga harus berdasarkan anjuran tenaga kesehatan.