Frisian Flag Campus Challage, Gandeng Mahasiswa Ciptakan Strategi Marketing

Berita

May 24, 2019

Frisian Flag Campus Challage, Gandeng Mahasiswa Ciptakan Strategi Marketing

Frisian Flag Campus Challage, Gandeng Mahasiswa Ciptakan Strategi Marketing

Menciptakan kampanye untuk sebuah produk agar bisa diterima dan tepat sasaran, ternyata bukanlah sebuah hal mudah. Melalui program Frisian Flag Campus Challange, Frisian Flag Indonesia menantang anak-anak muda khususnya mahasiswa-mahasiswa untuk membuat business proposal mengenai bagaimana cara mengajak teman-teman mereka (anak muda) minum susu setiap hari, dan mengimplementasikannya.  

 

Frisian Flag Campus Challange merupakan sebuah program baru dari Frisian Flag Indonesia dalam rangka meningkatkan kesadaran anak-anak muda untuk minum susu. Program, hasil kerja sama departemen Marketing dan HRD, ini menantang para pesertanya untuk membuat sebuah proposal bisnis dengan gaya dan cara yang bisa diterima dan tepat untuk kalangan mereka.

“Program ini berawal dari objektif kita sebagai tim marketing untuk produk Ready to Drink (RTD), khususnya young adult segment. Dari hasil observasi dan beberapa masukan yang kita dapatkan, salah satunya dari Google tentang Top 10 Campaign yang berhasil di kalangan anak muda, kita makin menyadari bahwa  cara berpikir anak-anak muda ini berbeda dengan cara berpikir kita. Dari situ team marketing mencari cara untuk bisa mendapatkan lebih banyak insight tentang anak muda yang langsung bisa diaplikasikan ke bisnis,  dan muncullah ide untuk membuat semacam business challenge, di mana kita bisa berinteraksi langsung dengan anak-anak muda serta melihat langsung hasil dan kualitasnya,” terang Manager Category Marketing RTD Aliah Shalihah.

Ririn Atmelia, Head of HRBP Commercials & Talent Frisian Flag menjelaskan bahwa keterlibatan tim HRD (Human Resource Development) dalam program ini adalah untuk mencari bakat-bakat muda yang berpotensi untuk bergabung dengan Frisian Flag Indonesia. “Jujur kita susah mencari SDM yang berpotensi untuk menjadi MT (Management Trainee). Tahun ini kita terima aplikasi sebanyak 14.000 dari kampus-kampus yang ada di pulau Jawa, tapi setelah diseleksi hanya dapat 10 orang yang lolos dan memenuhi persyaratan. Para pelamar tersebut bukannya tidak pintar, tetapi kita butuh SDM yang punya jiwa berbisnis. Melalui ajang pencarian bakat ini, kita berharap bisa mendapatkan SDM sesuai kriteria kita, memiliki sense of commercial, karena ajang ini adalah di mana kita bisa melihat kualitas SDM tanpa harus melakukan seleksi tertentu. Makanya kita berharap, ketika nanti mereka mau gabung di perusahaan ini, mereka sudah paham soal bisnis,” ujar Ririn.

Sebagai tahap awal seleksi, para peserta dari berbagai kampus papan atas yang dipilih oleh FFI diminta untuk mengirimkan video yang berisi strategi marketing sesuai dengan tema yang telah ditentukan. Dari 22 video yang masuk, tim juri berhasil memilih 11 video dari 11 tim yang dinilai memiliki strategi paling bagus. Kemudian para peserta tersebut mulai diberikan pelatihan langsung oleh Frisian Flag Indonesia. Usai mendapatkan pelatihan, peserta kembali diminta untuk membuat perencanaan bisnis dan strategi pemasaran yang lebih spesifik, hingga akhirnya terpilih tujuh tim yang kemudian kembali dieliminasi lagi menjadi lima tim untuk maju ke babak final.

Proses panjang tersebut rupanya tak menyurutkan semangat para peserta. Selain terpapar banyak ilmu, hadiah yang menggiurkan – tiket emas untuk bergabung di Frisian Flag Indonesia menjadi Management Trainee, menjadi incaran para peserta. Pada babak final, persaingan ketat antar tim semakin terasa, dengan semangat yang menggebu-gebu mereka cukup percaya diri mempresentasikan strategi marketing mereka di hadapan para juri, yang juga melibatkan salah satu youtuber terkenal yaitu Benazio Putra atau biasa dikenal sebagai Benakribo.

“Kelebihan dan kekurangan dari program yang masih sangat baru ini akan jadi masukan untuk kita. Harapan kita adalah program ini bisa berkelanjutan karena keuntungan dari program ini banyak sekali. Pertama, kita bisa tahu cara berkomunikasi gaya anak-anak muda jaman sekarang. Kedua, hasil kerja mereka, bisa kita jadikan bahan survei dan masukan untuk kita dalam menciptakan strategi marketing selanjutnya. Dan sekarang ini kita sudah mulai menindaklanjuti hasil kerja dari tim yang berasal dari kampus ITB, yaitu bekerja sama dengan kantin-kantin dan e-commerce untuk penjualan dengan kupon diskon, serta bekerja sama dengan vendor vending machine untuk menjual produk-produk RTD FFI di daerah kampus sesuai masukan mereka” jelas Aliah.

Pada babak final atau babak awarding dari acara Frisian Flag Campus Challange, terpilih 3 tim pemenang untuk 3 kategori, yaitu Juara Umum, Juara Social Media Engagement, dan Juara Below The Line (BTL). Masing-masing pemenang mendapatkan hadiah menarik, salah satunya adalah mengikuti pelatihan gratis di Google Indonesia. Sedangkan untuk juara akan mendapatkan tiket emas untuk menjadi Management Trainee di Frisian Flag indonesia tanpa proses seleksi.

 “Senang sekali bisa menang program FFCC ini. Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya kita berhasil mendapatkan juara umum. Banyak pelajaran yang kita bisa dapat dari program ini, lebih dari yang kita dapat di kelas. Kita dapat pelajaran penting yaitu tentang cara membuat perencanaan marketing yang matang dan detail. Perencanaannya harus adaptif terhadap situasi, kita juga ternyata tidak bisa memaksa kehendak kita sendiri dalam berbisnis. Hanya saja proses lombanya terlalu lama yaitu sekitar empat bulanan, jadi sempat terbentur dengan jadwal ujian kita. Tapi kita mengakui acara FFCC ini keren, baru pertama kali diadakan tapi hasilnya sudah keren,” ujar tim Caraka, yang berhasil menjadi juara umum.