FFI Fokus pada Peran Guru dalam Program Gerakan Nusantara 2017

Berita

Oct 12, 2017

FFI Fokus pada Peran Guru dalam Program Gerakan Nusantara 2017

FFI Fokus pada Peran Guru dalam Program Gerakan Nusantara 2017

Training of Trainers (ToT) telah menjadi bagian dari program Gerakan Nusantara sejak 2016. Program edukasi komprehensif khusus untuk guru-guru Sekolah Dasar ini pun menuai hasil dan sambutan yang luar biasa dari para partisipan.

Training of Trainer (ToT) kini memasuki tahun kedua dalam pelaksanaannya. Keberhasilan ToT yang pertama di kota Kupang, NTT, pada tahun 2016, mendorong Frisian Flag Indonesia untuk memperluas jangkauannya menjadi 24 kota di Indonesia, yang tersebar di provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Riau, Jambi, dan Sumatera Barat.

Dalam program ini, Frisian Flag Indonesia dan tim edukasi dari Pusat Kajian Gizi Kesehatan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (PKGK FKM UI) akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan di kota setempat. Melalui ToT, Frisian Flag Indonesia berkomitmen untuk memberikan pelatihan kepada 2.200 guru dari Sekolah Dasar di kota-kota tersebut.

“Tahun lalu itu kita melakukan ToT hanya di Kupang NTT saja. Ternyata hasilnya sangat menggembirakan, dan ketika kita berkunjung, gurunya sangat antusias dan benar-benar mengajarkan ilmunya kepada murid-murid. Karena itu kita ingin meningkatkan peran guru dalam memberikan edukasi tentang pedoman gizi seimbang, manfaat minum susu, jajanan sehat, dan sebagainya,” jelas Refa Hayudi selaku Manajer CSR Frisian Flag Indonesia.

Guru memang memiliki peran yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Karena itu, FFI percaya bahwa dengan memperkaya pengetahuan para guru mengenai pedoman gizi seimbang, maka ilmu tersebut akan mudah disebarkan, bukan hanya kepada murid, tetapi juga kepada orangtua murid. Tidak hanya itu, keberhasilan program ini pun menjadi motivasi dan penyemangat bagi Frisian Flag Indonesia untuk terus menyebarkan edukasi tentang pola hidup sehat, gizi seimbang, dan kebiasaan minum susu, kepada seluruh generasi penerus bangsa di seluruh pelosok Indonesia.

“Kami sangat menyambut baik inisiatif ini karena kelak akan menjadi bekal bagi para guru untuk diajarkan kembali kepada murid-murid kami. Selain menjadi sosok teladan dan pengganti orangtua di sekolah, guru merupakan sosok yang mampu memberikan pengaruh positif kepada siswa. Kami berharap program ini dapat berkelanjutan dan makin diperkuat dengan bekal materi edukasi yang lebih baik, sehingga kelak anak-anak kita bisa menjadi calon pemimpin masa depan,” ungkap Rini Wulandari S.Pd, M.M, Kepala Sekolah SDN Perak Barat, Surabaya, salah satu peserta ToT di Jawa Timur.

Gerakan Nusantara juga dirancang untuk mendukung sosialisasi Pedoman Gizi Seimbang (PGS) dan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs) untuk mewujudkan kehidupan sehat dan sejahtera dengan mengakhiri kelaparan dan malnutrisi hingga tahun 2030.