Farmer2Farmer Turut Mendukung Peningkatkan Kesejahteraan Peternak Sapi Perah

Berita

Jul 29, 2019

Farmer2Farmer Turut Mendukung Peningkatkan Kesejahteraan Peternak Sapi Perah

Farmer2Farmer Turut Mendukung Peningkatkan Kesejahteraan Peternak Sapi Perah

Empat orang peternak sapi perah asal Jawa Barat dan Jawa Timur berhasil menjadi pemenang Farmer2Farmer 2019, yang diadakan Frisian Flag Indonesia. Mereka mendapatkan kesempatan menimba ilmu mengenai Good Dairy Farming Practice (GDFP) dari beberapa peternak sapi perah sukses di Belanda selama hampir dua minggu.  

“Dengan membawa mereka ke Belanda, dan mendapat ilmu beternak yang lebih baik, mengekspos mereka dengan budaya dan pengalaman baru di luar negeri, diharapkan mereka akan kembali dengan perspektif baru dan segar, termotivasi dengan pendekatan baru untuk menghadapi berbagai tantangan dalam meningkatkan bisnis mereka. Tujuannya, agar mereka bisa menginspirasi dan memotivasi peternak sapi perah lainnya untuk menjadi yang terbaik,” jelas Fetti Fadliah, PR Manager Frisian Flag Indonesia.

Selama di Belanda, para peternak dibekali berbagai pengetahuan mengenai tata lasana peternakan sapi perah (GDFP), yang meliputi segala aktivitas teknis dan ekonomis dalam hal pemeliharaan harian sapi perah, seperti reproduksi, cara dan sistem pemberian pakan, sanitasi, serta pencegahan dan pengobatan penyakit. Peternak diajarkan bahwa keberhasilan produksi susu tidak dapat dipisahkan dari kesuksesan peternak dalam mengelola usaha peternakannya. Hal ini berarti semakin baik penerapan GDFP, maka semakin tinggi pula tingkat pendapatan peternak.

Tantangan lain yang dihadapi peternak sapi perah Indonesia adalah regenerasi. Salah satu peternak sapi perah sukses asal Belanda, Minne Holtrop, menyatakan bahwa dirinya adalah generasi ke-8 dari keluarga peternak sapi perah. Keluarganya berhasil menularkan kecintaan terhadap profesi peternak kepada anak-anaknya, demikian juga dengan Minne, yang kini juga sudah menularkan profesi tersebut kepada sang anak. “Kuncinya adalah menanamkan passion atau kecintaan terhadap profesi ini, serta senantiasa memberikan motivasi positif kepada anak untuk terus menghadapi berbagai tantangan. Ada banyak perkembangan dan tantangan di setiap generasi, namun teknologi yang terus berkembang sangat membantu,” ujar Minne.

Regenerasi peternak sapi perah ternyata berperan besar terhadap perkembangan bisnis dan ketersediaan susu nasional. Menyadari hal itu, Mitha dan Erlina, dua pemenang F2F wanita mengaku sedang berupaya menanamkan kecintaan profesi peternak kepada anak-anaknya.

“Banyak perubahan yang saya alami setelah mengikuti F2F. Hal-hal, yang sebelumnya bisa saya anggap sederhana dan tidak signifikan, seperti pemberian pakan atau tempat rebahan sapi, ternyata berpengaruh besar terhadap produksi susu. Ilmu lainnya yang saya pelajari adalah masalah regenerasi peternak. Saat ini, saya sudah mulai menumbuhkan kecintaan terhadap profesi ini kepada anak saya yang usianya baru 15 tahun. Sekarang dia sudah mulai tertarik, apalagi setelah tahu bahwa penghasilan yang diperoleh dari beternak sapi perah bisa mencukupi kebutuhan hidup,” ujar Mitha.

Senada dengan Mitha, Erlina, yang merupakan generasi kedua dalam keluarganya yang berprofesi sebagai peternak sapi perah, mengakui bahwa dengan mengikuti Farmer2Farmer dan menjalankan bisnis peternakannya sesuai GDFP, penghasilannya semakin meningkat dan mampu mencukupi kebutuhan hidup. Kini, banyak generasi muda yang mulai melirik profesi sebagai peternak sapi perah.

”Kami menyadari bahwa ini merupakan proses yang berkelanjutan. Pendapatan utama peternak sapi perah adalah penjualan susu, yang dipengaruhi oleh produksi susu dan harga jual susu – yang dipengaruhi kualitas susu. Peningkatan kuantitas dan kualitas susu merupakan salah satu kondisi yang dapat dicapai dengan penerapan GDFP. Hal ini menunjukkan bahwa komitmen FFI yang berkelanjutan terhadap kesejahteraan para peternak hingga pemenuhan produksi susu nasional, menjadi semakin baik,” ujar Tino Nurhadianto, Fresh Milk QA/QC Manager Frisian Flag Indonesia.