Facebook Pixel

Gerakan Nusantara 2021 Jangkau Belasan Ribu Orangtua, Murid & Guru Persiapkan PTM Terbatas

Our Milkpedia

Berita

Nov 02, 2021

Gerakan Nusantara 2021 Jangkau Belasan Ribu Orangtua, Murid & Guru Persiapkan PTM Terbatas

Gerakan Nusantara 2021 Jangkau Belasan Ribu Orangtua, Murid & Guru  Persiapkan PTM Terbatas

Tahun ini, Gerakan Nusantara 2021 telah menjangkau sekitar 6 ribu orang tua, lebih dari 6 ribu murid & 1.000 guru se-Indonesia melalui serangkaian kegiatan dan media komunikasi sekolah. Beragam kegiatan ini dilakukan untuk membekali para orang tua, guru dan murid dalam mempersiapkan PTM terbatas di sekolah, dari aspek gizi, psikologis hingga pola didik.


PT Frisian Flag Indonesia (FFI) tahun ini kembali menyelenggarakan Gerakan Nusantara ('miNUm Susu tiAp hari uNTuk Anak ceRdas Aktif Indonesia) 2021. Tahun ini, FFI bekerjasama dengan para pakar yang ahli dibidangnya, yaitu ahli gizi dari dari Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (PKGK FKM UI), psikolog keluarga, pakar edukasi zilenial, serta pakar komunikasi. Seperti tahun 2020, FFI mengadakan rangkaian kegiatan Gerakan Nusantara 2021 secara daring. Tahun ini, FFI berfokus pada persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas serta edukasi gizi dan kesehatan bagi murid, orang tua, dan guru di wilayah Jabodetabek dan beberapa daerah di Indonesia.

FFI memulai rangkaian perhelatan tahunan Gerakan Nusantara 2021 melalui Wartawan Junior (Warior) Workshop & Conference pada 10 & 11 September lalu yang diikuti oleh puluhan siswa dari Jabodetabek, Surabaya & Sidoarjo. Gerakan Nusantara 2021 juga mengadakan webinar orang tua pada 18 September & 9 Oktober yang diikuti lebih dari 2 ribu orang tua dari seluruh Indonesia dengan mengangkat topik “Keluarga Sebagai Garda Terdepan Mempersiapkan Pembelajaran Tatap Muka”

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI, Nadiem Anwar Makarim, B.A, M.B.A, dalam sambutannya pada kegiatan webinar mengapresiasi kegigihan Frisian Flag Indonesia selama delapan tahun terakhir dalam mendukung semangat kolaborasi merdeka belajar melalui program Gerakan Nusantara.

“Merdeka belajar sesungguhnya adalah semangat untuk memantik gerakan-gerakan di masyarakat yang memajukan pendidikan. Sehingga Gerakan Nusantara merupakan contoh praktik yang perlu terus ditingkatkan dan dilanjutkan. Semoga kolaborasi di antara kita akan mengantarkan anak-anak Indonesia kembali mendapatkan pendidikan yang normal. Mari kita laksanakan PTM terbatas sebaik mungkin untuk mewujudkan merdeka belajar,” kata Menteri Nadiem.



Nadiem Makarim, saat menyampaikan sambutannya dalam kegiatan webinar Gerakan Nusantara


Pada kesempatan yang sama, Plt. Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Indra Gunawan, S.K.M., M.A., mengatakan keluarga harus menjadi pilar untuk menyiapkan berbagai kebutuhan untuk anak-anak saat PTM terbatas dan juga memberikan pemahaman bagi anak-anak kita bagaimana menerapkan protokol kesehatan.

“Agar anak-anak kita tetap sehat dan kuat dalam mempersiapkan pembelajaran tatap muka, pemenuhan gizi perlu diperhatikan. Karena bagaimanapun dalam pandemi ini anak-anak kita harus tercukupi dan terpenuhi gizinya agar tubuhnya lebih tahan dari penularan COVID-19,” kata Indra Gunawan.

Perihal pemenuhan asupan gizi, Pakar Gizi, Ketua PKGK UI, Ir. Ahmad Syafiq, M.Sc, PhD mengatakan, salah satu pilar gizi seimbang adalah mengonsumsi asupan makanan dan minuman yang seimbang untuk mencapai kualitas kesehatan yang optimal, salah satu caranya dengan rutin mengonsumsi protein hewani.

“Protein hewani dengan kandungan asam amino esensial memiliki bermacam fungsi, diantaranya untuk memperbaiki sel yang rusak serta menjaga imunitas, serta mencegah terjadinya stunting. Sumber protein hewani dapat ditemui dari berbagai sumber, misalnya susu dan telur,” ungkap  Ahmad Syafiq.

Dari aspek pola didik, FFI turut menggandeng Pakar Edukasi Gen Zillenial sekaligus Ketua PGRI SLCC, Prof. Dr. Eko Indrajit, M.Sc, untuk memberikan pemahaman kepada orang tua tentang bagaimana menjadi pendamping yang baik bagi anak-anak Gen Z yang turut menjalani sekolah daring saat ini. Dia berharap, saat ini orang tua dapat menjadi teman dalam perjalanan hidup dan pendidikan anak-anak mereka.

“Jangan menggurui melainkan dampingi kehidupan mereka. Jangan mudah marah tapi harus memahami bahasa kehidupan mereka. Banyaklah berkomunikasi melalui visual, awasi sosial media mereka tetapi jangan bereaksi berlebihan. Cobalah meminta mereka mengajarkan kita mengenai berbagai trend yang sedang terjadi di dunia. Lalu, sesekali cobalah bermain game bersama mereka sebagai ungkapan rasa empati. Dengan begitu, mereka akan menganggap orang tua sebagai teman, dan kehadiran orang tua akan disetujui oleh mereka,” jelas Prof. Eko.